NIC Desak Political Will untuk A.M. Sangadji

2 Shares

AMBON – Soal perjuangan A.M Sangadji sebagai Pahlawan Nasional, Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, menyentil Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath terkait pernyataannya saat berhadapan dengan massa aksi DEMA UIN AMSA Ambon, Senin (7/9/2026).

Menurut informasi yang diterima NIC, Vanath menyebut pengusulan Pahlawan Nasional perlu memperhatikan persyaratan dan kelengkapan dokumen.

Kelrey menilai persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti pada soal dokumen. Menurutnya, perjuangan mengusulkan A.M. Sangadji bukan hal baru dan persyaratan yang diperlukan telah dipenuhi.

“Sejarah dan syarat umum serta syarat khusus A.M. Sangadji sudah memenuhi. Tinggal political will negara, dalam hal ini Gubernur Maluku dan jajaran. Perjuangan ini bukan hal baru. Kita tunggu niat baik dan keikhlasan Gubernur Maluku,” tegas Kelrey, Selasa (8/9/2026).

Kelrey juga meminta Wagub Maluku membaca kembali dokumen Pemprov Maluku terkait proses pengusulan A.M. Sangadji yang telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

“Harusnya Gubernur Maluku dan wakil tidak hanya bicara soal dokumen, tetapi memberikan dorongan. Di gubernur sebelumnya sudah diproses,” kata Kelrey.

Kemudian, pemuda asal Seram Bagian Timur (SBT) tersebut menegaskan, bahwa dirinya optimistis perjuangan tersebut dapat membuahkan hasil pada tahun ini. Ia menyebut Abdoel Moethalib Sangadji sebagai daftar tunggu (carry over) dan berharap pemerintah menggunakan political will untuk mendorong proses penetapannya.

Insya Allah tahun ini, awal November 2026, A.M. Sangadji katong pung pahlawan. Karena A.M. Sangadji masuk daftar tunggu atau carry over, maka like or dislike, ini soal political will pemerintah. Kita berharap awal November nanti ada Keppres yang menetapkan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional 2026,” tegas Kelrey.

Menurut Kelrey, momentum tersebut menjadi ujian bagi keseriusan pemerintah dalam memberikan pengakuan terhadap tokoh perjuangan pra-kemerdekaan asal Maluku. Ia mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tidak menutup mata terhadap aspirasi mahasiswa dan pemuda.

“Kalau tutup mata, sama saja tidak menghargai perjuangan tokoh pejuang pra-kemerdekaan, termasuk A.M. Sangadji,” ujarnya.

Kelrey pun meminta Pemprov Maluku segera mengambil langkah konkret mengawal aspirasi masyarakat hingga ke pemerintah pusat.

“Saya mendesak Pemerintah Provinsi Maluku serius mengawal perjuangan rakyat, terutama mahasiswa dan pemuda Maluku terkait status A.M. Sangadji,” tutupnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU