HOLOPIS.COM, JOMBANG – Presiden RI Prabowo Subianto kembali bicara soal target besar pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan strategi transformasi bangsa yang dipimpinnya diarahkan untuk mengangkat sebanyak mungkin rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo mengatakan upaya mengurangi kemiskinan membutuhkan perencanaan yang matang, keberanian, dan kerja keras. Ia mengaku optimistis target tersebut bisa dicapai dengan strategi yang telah disiapkan pemerintah.
“Strategi transformasi bangsa yang sekarang saya pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Prabowo.
Menurut dia, pemerintah telah menghitung kebutuhan yang diperlukan, termasuk dari sisi anggaran. Karena itu, Prabowo yakin program yang dijalankan bisa membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Saya sudah hitung, dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan,” tegasnya.
Prabowo juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya diukur dari angka ekonomi. Pemerintah, kata dia, harus memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dasar dengan lebih layak.
Mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal, hingga penghasilan bulanan menjadi perhatian yang ingin didorong pemerintah.
“Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik, bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, dan punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup, sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir,” ucapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti persoalan akses pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama ketika kebutuhan mendesak tidak diimbangi kemampuan finansial.
Tak Mau Rakyat Bergantung Rentenir
Untuk mengatasi persoalan itu, Prabowo mengatakan pemerintah akan memperkuat akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan dari dalam negeri.
Dengan akses modal yang lebih mudah, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha maupun memenuhi kebutuhan produktif tanpa harus bergantung kepada tengkulak atau rentenir.
“Negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga rakyat, kalau perlu, bisa mendapatkan pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun,” katanya.
Prabowo menyebut pengelolaan kekayaan nasional menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah agar manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...