Titik Api Sumatera-Kalimantan Dipantau Ketat, Asap Lintas Negara Diantisipasi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memperketat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan menyusul laporan penurunan kualitas udara. Operasi darat dan udara dikerahkan untuk menekan titik api sekaligus mengantisipasi potensi polusi asap yang meluas hingga negara tetangga.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dan dukungan operasi udara.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, mengatakan pemerintah terus mengintensifkan penanganan di sejumlah daerah yang terdampak karhutla.

“Sampai saat ini, beberapa saudara kita di wilayah Kalimantan dan Sumatera dalam kondisi menghadapi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara. Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water-bombing dan modifikasi cuaca, sedangkan operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang siaga 24 jam di titik-titik rawan,” ujar Rizal Irawan.

Menurutnya, pengerahan kekuatan di darat dan udara dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain.

Pemantauan juga menjadi bagian penting karena karhutla tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran. Asap yang terbawa angin berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah yang lebih luas.

Pemerintah juga meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan asap untuk mengantisipasi terjadinya polusi udara lintas batas atau transboundary haze pollution.

Rizal mengatakan pemantauan tersebut dilakukan bersama negara-negara di kawasan dengan memperhatikan arah angin dan trajektori asap berdasarkan data ilmiah.

“Langkah kita juga menjangkau level kawasan. Hasil dari ministerial meeting dan technical working group terkait transboundary haze pollution di Bali pada bulan Juli lalu, bersama negara-negara tetangga, kita memantau arah angin dan trajektori asap untuk mencegah krisis transboundary haze atau polusi asap lintas batas secara ilmiah dan transparan berdasarkan peta BMKG,” tambah Rizal.

Upaya ini dilakukan agar potensi penyebaran asap dapat diketahui lebih awal. Data mengenai arah angin dan pergerakan asap menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.

Pemerintah menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Pengendalian dampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian.

Sinergi operasi darat, operasi udara, pemantauan cuaca, serta koordinasi regional diharapkan mampu menekan risiko karhutla dan penyebaran asap.

Dengan pemantauan yang dilakukan sejak dini, pemerintah berharap potensi krisis asap dapat ditekan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, termasuk dampak terhadap kualitas udara di kawasan regional.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU