Mahasiswa UB Teliti Ritual Pesugihan Gunung Kawi, Temuannya Bikin Heboh

0 Shares

Pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater tetap diperlukan untuk memastikan kondisi seseorang.

Psikosis merupakan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam membedakan realitas.

Kondisinya dapat melibatkan pengalaman seperti halusinasi atau keyakinan yang sangat kuat dan sulit dikoreksi berdasarkan kenyataan.

Menariknya, tim Artha Kawi juga menyatakan tidak menemukan bukti faktual mengenai adanya praktik tumbal nyawa secara fisik.

Yang mereka temukan lebih berkaitan dengan tafsiran simbolis dan keyakinan yang berkembang di kalangan pelaku.

Alih-alih berhenti sebagai penelitian akademik, temuan awal tersebut justru berkembang menjadi polemik.

- Advertisement -

Penyebabnya, hasil penelitian yang beredar di media sosial dan media massa dianggap dapat memberikan citra negatif terhadap kawasan Gunung Kawi.

Yayasan Ngesti Gondo, pengelola resmi Pesarean Gunung Kawi, bahkan melayangkan surat keberatan kepada Rektor UB dan tim peneliti.

Pihak yayasan dengan tegas membantah adanya praktik pesugihan di lingkungan Pesarean Gunung Kawi.

Menurut mereka, Pesarean Gunung Kawi merupakan kawasan ziarah dan wisata religi yang berkaitan dengan makam Raden Mas Soeryo Koesoemo dan Raden Mas Iman Soedjono.

Persoalan lain yang ikut mencuat adalah penyebutan lokasi.

Pengelola menilai penelitian belum membedakan secara tegas antara Keraton Gunung Kawi dan Pesarean Gunung Kawi, padahal keduanya merupakan lokasi berbeda dengan pengelola berbeda.

Juru bicara Yayasan Ngesti Gondo, Alie Zainal Abidin, mengatakan pihaknya tengah membangun citra Gunung Kawi sebagai kawasan budaya dan toleransi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU