Hingga berita ini ditulis, Sudaryono maupun Badan Gizi Nasional belum memberikan penjelasan lanjutan terkait polemik tersebut maupun respons atas kritik yang ramai bermunculan di media sosial.
Video rapat itu sendiri masih terus beredar dan menjadi bahan perbincangan publik.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, polemik ini justru memunculkan diskusi baru mengenai pentingnya kedisiplinan aparatur sekaligus perlunya kehati-hatian pejabat publik dalam memilih diksi yang menyangkut wilayah dan masyarakat di Indonesia.


