Viral Mal Jakarta dan Surabaya Dipagari Setinggi 2,5 Meter, Bos Pakuwon Bongkar Alasan Sebenarnya

Bos Pakuwon Group mengatakan tujuan utama pemasangan pagar bukan karena adanya ancaman tertentu, melainkan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Viral pagar setinggi 2,5 meter dipasang di sejumlah mal Jakarta dan Surabaya. Pakuwon akhirnya buka suara dan menjelaskan alasan sebenarnya.

Jagat media sosial belakangan dihebohkan dengan kemunculan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group.

Fenomena ini memicu beragam spekulasi publik, mulai dari isu keamanan hingga kekhawatiran menghadapi kondisi ekonomi.

Sorotan terbesar datang dari Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan. Pagar berwarna abu-abu tampak berdiri di pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.

Meski begitu, pemasangan pagar tidak dilakukan di seluruh area mal.

Sejumlah sisi bangunan tetap terbuka, sementara beberapa titik lainnya menggunakan pagar kaca dengan desain yang lebih estetis.

- Advertisement -

Sebelumnya, pagar serupa juga sudah lebih dulu terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya, seperti Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Kondisi itu membuat banyak warganet bertanya-tanya mengenai alasan di balik pemasangan pagar tersebut.

Menanggapi ramainya perbincangan, Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, akhirnya memberikan penjelasan.

Menurut Sutandi, tujuan utama pemasangan pagar bukan karena adanya ancaman tertentu, melainkan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.

Ia menjelaskan, beberapa mal yang dikelola Pakuwon memiliki area terbuka yang sangat panjang dan berbatasan langsung dengan jalan raya.

Kondisi tersebut membuat banyak orang menyeberang atau masuk ke area mal dari sembarang titik, sehingga dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Awalnya kita berpikir soal keamanan pengunjung. Kalau semua orang menyeberang dan masuk sembarangan, itu justru membahayakan mereka sendiri,” jelas Sutandi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU