Viral Mal Jakarta dan Surabaya Dipagari Setinggi 2,5 Meter, Bos Pakuwon Bongkar Alasan Sebenarnya

Bos Pakuwon Group mengatakan tujuan utama pemasangan pagar bukan karena adanya ancaman tertentu, melainkan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.

0 Shares

Sutandi juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut pemasangan pagar dilakukan sebagai antisipasi terhadap situasi tertentu di masa depan.

Menurutnya, Pakuwon bukanlah pihak yang bisa memprediksi kondisi yang akan terjadi.

“Pakuwon itu bukan peramal. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Ekonomi juga baik-baik saja. Jadi bukan karena alasan seperti yang ramai dibicarakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemasangan pagar di pusat perbelanjaan milik Pakuwon sebenarnya bukan kebijakan baru.

Beberapa mal bahkan telah menggunakan pagar sejak puluhan tahun lalu.

Royal Plaza Surabaya, misalnya, telah memiliki pagar sejak pertama kali beroperasi pada 2006.

- Advertisement -

Saat ini pagar tersebut hanya diganti karena material lama sudah berkarat dan mengalami kerusakan akibat usia.

Selain itu, mal yang dikelola Pakuwon di Jakarta juga disebut telah lebih dulu menggunakan konsep pagar keliling.

Bahkan, menurut Sutandi, desain pagar yang kini digunakan terinspirasi dari konsep pagar yang diterapkan di Blok M Plaza.

Ia juga menepis anggapan bahwa seluruh pagar yang dipasang menggunakan material besi.

Di beberapa lokasi, Pakuwon memilih pagar berbahan kaca untuk mempertahankan nilai estetika tanpa mengurangi aspek keamanan.

Penjelasan tersebut diharapkan dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

Pakuwon menegaskan bahwa pemagaran dilakukan semata-mata untuk meningkatkan keselamatan dan mengatur akses keluar masuk pengunjung, bukan karena adanya ancaman keamanan ataupun kondisi ekonomi tertentu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU