“Saya sebut nama kerjaan itu karena saking sukanya, saking bersyukurnya. Berterima kasih saya,” kata Zuharni.
Menurut Zuharni, pekerjaan sebagai relawan SPPG memang tidak membuatnya hidup berkecukupan.
Namun, pendapatan yang diperoleh dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan kedua anaknya yang kini duduk di bangku SD dan SMA.
“Kerja tidak buat kita kaya sih, cuma cukup. Bisa buat hari-hari, bayar anak-anak sekolah, terus yang lain-lain itu alhamdulillah cukup,” ujarnya.
Kisah tersebut pun menjadi perhatian publik.
Di tengah berbagai perbincangan mengenai Program Makan Bergizi Gratis, cerita Zuharni menunjukkan bagaimana program tersebut dirasakan langsung oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Meski nama MBG tak bisa dicantumkan sebagai identitas resmi karena aturan administrasi kependudukan, makna yang ingin diabadikan tetap hidup dalam nama Muhammad Bintang Gemilang.
Hingga kini, bayi berusia 23 hari itu masih akrab dipanggil MBG oleh keluarga dan warga sekitar sebagai simbol rasa syukur atas perubahan yang dirasakan keluarganya.


