Beberapa masalah yang masih dihadapi antara lain keterbatasan tenaga pengajar, fasilitas laboratorium, pendanaan riset, hingga akses beasiswa.
Media juga menyinggung kondisi mahasiswa yang masih menghadapi kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT).
Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kembali prioritas penggunaan anggaran pendidikan sebelum mengalokasikan dana untuk membangun kampus baru.
“Ayolah, please hentikan pemborosan anggaran ini,” kata Media.
Selain itu, CELIOS menyoroti masih adanya kewajiban pemerintah terkait tunjangan profesi dosen PNS yang disebut mencapai sekitar Rp5,7 triliun.
Menurut Media, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik tersebut seharusnya menjadi perhatian utama.
“Mahasiswa sulit bayar UKT. Anggaran beasiswa per tahun hanya Rp15 triliun. Dana riset hanya 0,2 persen dari PDB,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia sebagai bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia unggul dan calon pemimpin nasional.
URI dirancang bukan hanya sebagai perguruan tinggi, tetapi sebagai ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan akademik, karakter, dan kepemimpinan.
Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan menjelaskan, keberadaan URI akan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengembangkan talenta nasional.
Program tersebut mencakup pembinaan sejak jenjang sekolah menengah hingga pendidikan tinggi, termasuk pengembangan sumber daya manusia untuk aparatur negara dan BUMN.



