HOLOPIS.COM, JAKARTA — Singapore Chamber of Commerce Indonesia (SingCham) kembali menyalurkan program SingCham Uplifting Scholarship kepada 13 mahasiswa terpilih sebagai langkah nyata mendukung pengembangan talenta masa depan Indonesia.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program beasiswa ini memperluas jangkauan penerima manfaat hingga ke wilayah Bandung Raya, melengkapi wilayah Jabodetabek yang telah disasar pada tahun sebelumnya.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng, di Gedung UOB Plaza, Jakarta, baru-baru ini.
Program kepemimpinan ini diinisiasi oleh SingCham dengan pengelolaan bersama I-SMART dan Kinobi, serta berkolaborasi erat dengan Singapore Global Network (SGN).
Melalui skema komprehensif, para penerima manfaat dari jenjang sarjana tingkat akhir tidak hanya menerima bantuan finansial melainkan juga persiapan matang sebelum melangkah ke dunia kerja.
Chairman of SingCham Indonesia, Shoeb Kagda, mengungkapkan pentingnya pembekalan praktis di samping bantuan dana agar mahasiswa siap menghadapi dinamika industri modern.
“Pengalaman ini akan memberikan paparan langsung terhadap industri yang bermanfaat bagi mahasiswa, serta membantu mereka membangun keterampilan dan wawasan yang dibutuhkan,” ujar Shoeb Kagda.
Sederet entitas bisnis terkemuka asal Singapura yang beroperasi di Indonesia, seperti UOB Indonesia dan Titan Corporation, berkomitmen penuh mendukung inisiatif ini sebagai sponsor.
Para sponsor tersebut tidak sekadar menyumbang dana, tetapi juga membuka lebar kesempatan magang eksklusif serta mentorship langsung bersama para praktisi senior.
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mencetak talenta lokal yang kompetitif di tingkat regional.
“Kami berharap program ini dapat memberdayakan talenta muda dengan keterampilan, rasa percaya diri, serta memiliki wawasan global agar mampu bersaing di lingkup ASEAN,” kata Luke Ariefiandi.
Sementara itu, Kinobi selaku pengelola program mengapresiasi tingginya antusiasme serta peningkatan kualitas aplikasi yang masuk dari berbagai kampus tahun ini.
Proses kurasi ketat dilakukan dengan mengukur prestasi akademis, potensi kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, hingga analisis studi kasus bisnis nyata.


