SPI Resmikan Koperasi Perkebunan Kopi, Teguhkan Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan

1 Shares

Ia juga mengajak masyarakat untuk optimistis terhadap pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang didorong pemerintah.

“Jika operasionalnya sudah berjalan 100 persen, ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. Hasil produksi masyarakat desa, termasuk petani, dapat diserap oleh KDKMP,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum SPI Henry Saragih dalam Pidato Perjuangan Reforma Agraria dan Koperasi mengingatkan kembali perjalanan panjang perjuangan reforma agraria yang telah dilakukan SPI di Bengkulu.

“Empat belas ribu hektare tanah yang diperjuangkan oleh 14 ribu petani dalam deklarasi tahun 2013 di Rejang Lebong, Bengkulu, kini sudah diredistribusikan. Empat belas ribu petani itu masih bisa bertahan dan bertani untuk kehidupannya. Bagi SPI, ini adalah hasil perjuangan, dan kita bersyukur perjuangan tersebut sudah direspons oleh pemerintah, baik melalui TAP MPR No. IX/MPR/2001 maupun Peraturan Presiden tentang Percepatan Reforma Agraria,” ujar Henry.

Namun demikian, Henry menegaskan bahwa perjuangan reforma agraria belum selesai.

“Semoga pada tahun-tahun mendatang luas redistribusi tanah bisa semakin besar, termasuk melalui skema 80 persen plasma dan 20 persen untuk tanah perkebunan.”

- Advertisement -

Menurut Henry, reforma agraria dan koperasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sesungguhnya tanah, jika dibagikan kepada petani, dapat membawa kesejahteraan, mewujudkan kedaulatan pangan, dan menghadirkan keadilan bagi kita semua. Masih ada sekitar 16 juta petani gurem di Indonesia. Semoga saudara-saudara kita yang belum mendapatkan tanah segera memperoleh haknya. Semoga pula koperasi-koperasi kita semakin maju ke depannya,” tegasnya.

Usai peresmian koperasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu Tentrem Prihatin, Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kementerian Koperasi RI Elviandi Rusdi, serta I Ketut Adijaya dari LPDB Koperasi. Diskusi membahas penguatan reforma agraria, pengembangan koperasi petani, serta akses pembiayaan bagi koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penanaman kopi secara simbolis di lahan perjuangan reforma agraria SPI. Penanaman tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan reforma agraria tidak berhenti pada redistribusi tanah, tetapi harus dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui koperasi agar tanah yang telah diperjuangkan benar-benar mampu menghadirkan kesejahteraan, mewujudkan kedaulatan pangan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU