JAKARTA, HOLOPIS.COM – Direktur Eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai dinamika politik nasional berpotensi semakin memanas apabila gugatan terkait dugaan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) berujung pada putusan yang mengabulkan permohonan penggugat.
Menurut Jerry, apabila dalam proses hukum tersebut PTUN mengabulkan gugatan dan terdapat konsekuensi hukum yang menyatakan adanya pelanggaran terkait persyaratan pencalonan, maka hal itu dapat memicu tuntutan politik, termasuk kembali menguatnya wacana pemakzulan terhadap Gibran.
“Saya menilai peta politik makin panas. Akan ada kejutan tahun ini, yakni potensi pemakzulan Gibran apabila penggugat menang di PTUN dalam perkara dugaan ijazah palsu Gibran Rakabuming Raka,” kata Jerry Massie dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Ia menyebut, isu tersebut sebelumnya juga pernah diangkat oleh sejumlah purnawirawan TNI yang mendorong agar Gibran dimakzulkan dari jabatannya sebagai wakil presiden.
Menurut Jerry, apabila dugaan penggunaan ijazah palsu benar-benar terbukti melalui proses hukum yang berkekuatan hukum, maka konsekuensinya bisa sangat serius.
“Jika dia terbukti menggunakan ijazah palsu, maka dia bisa dihapus sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya ini juga menjadi tuntutan para veteran RI yang meminta Gibran diturunkan atau dimakzulkan,” ujarnya.
Jerry juga menilai, apabila perkara tersebut berkembang lebih jauh, sejumlah isu politik lain yang selama ini dikaitkan dengan Gibran berpotensi kembali mencuat ke ruang publik.
Ia menyinggung isu akun “Fufufafa” yang pernah ramai diperbincangkan serta kemungkinan munculnya dinamika politik yang lebih luas apabila polemik tersebut terus berkembang.
“Bisa saja isu Fufufafa yang dikaitkan dengan Gibran bakal diungkap juga dan ada upaya menggulingkan Prabowo lewat demonstrasi mahasiswa,” ucapnya.
Selain itu, Jerry mengkritik berbagai manuver politik yang menurutnya mulai dilakukan menjelang kontestasi politik berikutnya. Ia menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah membangun dukungan politik bagi Gibran.
“Baru manuver Jokowi keliling Indonesia untuk promosi presiden sang anak. Ini politik dirty play,” katanya.
Jerry meyakini manuver tersebut tidak akan mudah mendapat dukungan dari partai-partai politik yang saat ini berada di dalam koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto.
“Saya kira manuver PSI dan Jokowi akan dipatahkan oleh tim Prabowo. Saya kira partai-partai pendukung Prabowo tak akan berkoalisi dengan PSI dan Jokowi. Mereka berencana mengusung Gibran sebagai presiden,” ujarnya.


