JAKARTA, HOLOPIS.COM – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai angkat bicara merespons polemik yang berkembang di media sosial terkait posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Taklimat Kabinet pertengahan tahun yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (20/7/2026).
Melalui akun X pribadinya, Pigai meminta publik tidak salah memahami situasi yang terjadi dalam forum tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digelar bukan sidang kabinet seperti biasanya, melainkan taklimat kabinet yang diselenggarakan di ruangan berbeda dengan kapasitas yang lebih terbatas.
“Jangan salah paham ya. To be honest ya,” tulis Natalius Pigai mengawali penjelasannya, Selasa (21/7/2026).
Pigai menjelaskan, taklimat tersebut merupakan agenda evaluasi kabinet pertengahan tahun yang dihadiri para menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga eksekutif.
“Kemarin itu bukan hanya sidang kabinet seperti biasa, kami pertama kali taklimat (ingat frasa Taklimat) Kabinet pertengahan tahun (6 bulan) di gedung lain di belakang (sy lupa namanya). Ruangnya sempit dan kursinya dempet2. Semua Menteri/kepala eksekutif dan Wamen hadir. (Ratusan pejabat hadir di ruangan sempit tersebut),” tulisnya.
Menurut Pigai, keterbatasan ukuran ruangan membuat penataan meja pimpinan berbeda dari biasanya. Ia mengatakan hanya tersedia satu meja utama untuk Presiden Prabowo beserta podium pidato.
“Di depan cukup hanya 1 meja ditambah podium untuk Presiden karena sempit. Tidak cukup 2 meja makanya Bp Wapres duduk di samping,” ujarnya.
Pigai juga menegaskan bahwa format acara tersebut memang berisi arahan Presiden kepada jajaran kabinet, sehingga posisi duduk Wakil Presiden di antara peserta bukanlah hal yang baru.
“Kalau kemarin itu Taklimat (sy tdk tahu artinya). Pidato dan arahan presiden. Seperti biasanya Bp Wapres juga sejak 2024 kalau taklimat Presiden maka Bp Wapres duduk di bawah. Dan itu normal saja,” katanya.
Lebih lanjut, Pigai meyakini Wakil Presiden Gibran akan memberikan penjelasan yang sama apabila dimintai tanggapan mengenai polemik tersebut.
“Tanya saja Bp Wapres pasti jawaban sama dengan Saya. Menurut Kami kebenaran itu satu frekuensi, jd beliau pasti jawab jujur,” tulisnya.
Di akhir pernyataannya, Pigai mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan persoalan tata letak tempat duduk dalam forum kabinet sebagai polemik politik.
“Jangan polemik politik dan apa yang saya tulis ini benar dan sy tdk buat2. Merdeka,” pungkas Natalius Pigai.


