“Kalau tangan saya dingin, ini antara senang karena mendapatkan tanggung jawab, tapi juga tanggung jawab ini besar. Doakan saya agar bisa amanah dan berhasil mengemban tugas ini,” ucapnya.
Terkait posisi sebagai Wamentan, Sudaryono menyebut dirinya tidak dapat merangkap jabatan sebagai Kepala BGN.
Hal itu sesuai dengan keterangan yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bahwa posisi tersebut harus dilepas.
“Kalau dari keterangan Pak Menteri Sekretaris Negara tadi, tidak bisa rangkap jabatan. Jadi harus lepas dari Wamentan,” jelasnya.
Sudaryono juga mengungkapkan kedekatannya dengan Nanik S. Deyang yang sebelumnya memimpin BGN.
Ia menyebut hubungan keduanya sudah terjalin lama bahkan di luar urusan politik.
“Dekat sekali. Beliau itu budenya anak-anak saya, beliau kakak saya. Kita bukan hanya hubungan karena partai atau karena Pak Prabowo, tapi sudah menjadi satu keluarga yang baik,” katanya.
Mengenai sejumlah evaluasi dan persoalan yang masih membayangi pelaksanaan MBG, termasuk isu keamanan pangan, Sudaryono menyatakan akan membahasnya setelah resmi menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.
“Nanti akan kita programkan. Untuk yang mengenai ini nanti dulu, doakan saya amanah, doakan saya baik, dan mohon dukungan rekan-rekan media semua,” pungkasnya.
Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menempatkan sosok berlatar belakang pertanian tersebut untuk mengawal salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, yang tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pangan nasional.


