Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Grobogan, ia diterima di SMA Taruna Nusantara, Magelang, salah satu sekolah unggulan di Indonesia.
Selama menempuh pendidikan, ia dikenal sebagai siswa yang disiplin dan berprestasi.
Selepas SMA, Sudaryono memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di National Defense Academy (NDA) Jepang.
Ia menjadi satu-satunya mahasiswa asal Indonesia dalam angkatannya dan berhasil lulus dengan predikat terbaik.
Pendidikan tersebut memperkaya pengalaman internasional sekaligus membentuk kemampuan kepemimpinan yang kemudian menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya.
Tidak berhenti di sana, Sudaryono melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Sekolah Bisnis IPB University.
Gelar tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang manajemen organisasi, tata kelola, serta pengembangan sektor agribisnis.
Karier profesional Sudaryono dimulai ketika dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto.
Posisi tersebut menjadi titik awal kedekatannya dengan Prabowo sekaligus membuka jalan menuju berbagai jabatan strategis, baik di dunia politik maupun pemerintahan.
Seiring waktu, Sudaryono aktif memimpin sejumlah organisasi.
Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), hingga memimpin sejumlah perusahaan nasional.
Di HKTI, Sudaryono dikenal berperan dalam menyatukan kembali organisasi yang sempat mengalami dualisme kepengurusan.
Melalui pendekatan dialog dan komunikasi, ia mendorong konsolidasi organisasi agar lebih fokus memperjuangkan kepentingan petani Indonesia.


