HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menghadapi hujan pertanyaan tajam dari anggota Senat serta aksi protes saat menghadiri sidang Komite Alokasi Anggaran Senat pada Selasa (21/7). Dalam sidang tersebut, Hegseth mengungkapkan bahwa biaya perang Amerika Serikat melawan Iran telah mencapai US,5 miliar.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya dan disampaikan hanya beberapa hari setelah Pentagon mengumumkan tiga personel militer AS kembali tewas dalam konflik. Dengan tambahan tersebut, jumlah tentara Amerika yang gugur sejak awal Juli menjadi 17 orang, sementara lebih dari 100 personel lainnya mengalami luka-luka.
Dalam pemaparannya, Hegseth menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan tambahan anggaran perang sebagai langkah mendesak untuk menjaga kemampuan militer Amerika Serikat.
“Tanpa dana ini, kita akan menghadapi kekurangan yang sangat serius,” kata Hegseth di hadapan para senator, dikutip Holopis.com, Rabu (22/7).
Pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini mendorong paket anggaran tambahan senilai US$95 miliar untuk mendukung kebutuhan militer dan sejumlah prioritas lain Gedung Putih. Paket tersebut melengkapi usulan anggaran pertahanan sebesar US$1,5 triliun yang sebelumnya diajukan Trump.
Hegseth menyebut tambahan dana tersebut sebagai investasi besar bagi kekuatan militer Amerika Serikat dalam jangka panjang.
Namun, usulan itu mendapat penolakan dari sejumlah anggota Partai Demokrat. Senator Patty Murray memperingatkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi berubah menjadi perang berkepanjangan.
“Perang ini kembali bergerak di luar kendali,” ujar Murray.
Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Trump yang berulang kali menyebut kesepakatan damai dengan Iran sudah semakin dekat.
“Presiden Donald Trump terus mengatakan bahwa kesepakatan sudah dekat dan perang akan segera berakhir. Tetapi sekarang ia meminta tambahan US$70 miliar lagi dan meminta kami begitu saja percaya semuanya akan baik-baik saja,” katanya.
Sidang tersebut juga dihadiri Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine serta Menteri Pertanian Brooke Rollins.
Dalam rancangan anggaran yang diajukan Gedung Putih, sekitar US$60 miliar dialokasikan untuk kebutuhan militer, US$12 miliar untuk kepentingan keamanan nasional lainnya, US$10 miliar untuk bantuan sektor pertanian, dan US$10 miliar untuk perubahan kebijakan terkait undang-undang pemilu.
Menjelang sidang berlangsung, Gedung Putih juga mengeluarkan pernyataan yang mendesak Kongres segera menyetujui rancangan anggaran tersebut tanpa perubahan.


