HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, banjir tersebut berdampak kepada ratusan warga.
“Banjir berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga serta sekitar 200 unit rumah,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (19/7).
Wilayah yang terdampak adalah Desa Sipange, Kecamatan Tukka. Saat ini banjir dilaporkan berangsur surut, sementara pendataan dampak masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan diperkirakan masih didominasi kondisi cuaca cerah hingga berawan yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Menyikapi kondisi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sesuai dengan potensi ancaman di masing-masing wilayah.
“Masyarakat yang berada di daerah rawan karhutla diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” imbaunya.
“Warga di wilayah rawan longsor tetap perlu mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di kawasan perbukitan dengan lereng labil. Sementara itu, masyarakat di daerah yang mengalami kekeringan diimbau menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila membutuhkan bantuan distribusi air bersih,” sambungnya.


