HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sejumlah fasilitas publik alami kerusakan akibat banjir.
“Sebanyak empat jembatan hanyut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (26/7).
Untuk kondisi terkini, Abdul mengatakan bahwa kondisi arus air masih cukup deras, akibat beberapa jembatan yang hanyut menyebabkan putusnya akses dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut dan Gunci.
BPBD Kabupaten Aceh Utara lakukan asesmen dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan setempat dan lintas instansi untuk melakukan upaya penanganan darurat.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk bahaya kekeringan.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Upaya pencegahan bagian dari pengurangan risiko bencana merupakan langkah efektif dalam pengendalian karhutla. Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian Sumatera, Kalimantan, Papua dan hampir seluruh Pulau Jawa pada kategori sangat mudah terbakar.
“Masyarakat memiliki peran dalam pemantauan dan pengendalian dini di wilayahnya. Segera laporkan kepada BPBD atau otoritas setempat apabila terjadi insiden kebakaran secepat mungkin sehingga penanganan dapat berlangsung secara efektif,” imbaunya.



