Gelombang Pasang di Seram Timur, Ribuan Warga Terdampak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kondisi gelombang pasang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Angin muson timur menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siritaun Wida Timur, Pulau Gorom, Kesui Watubela, Teor, dan Ukar Sengan.

“Tercatat sebanyak 1.070 jiwa terdampak dan jumlah tersebut masih dalam pendataan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (3/7).

Bencana itu kata Abdul juga menyebabkan kerugian material meliputi 207 unit rumah, dengan rincian 53 unit rumah rusak berat (RB) dan 154 unit rumah rusak ringan (RR).

Berdasarkan analisis indikator iklim global terkini, kondisi El Niño masih terpantau di Samudra Pasifik. Kondisi ini umumnya berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sejalan dengan kondisi tersebut, hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan terdapat 493 titik atau sekitar 11 persen wilayah pengamatan yang mengalami HTH kategori panjang, serta 84 titik atau sekitar 2 persen yang berada pada kategori sangat panjang.

- Advertisement -

Selain itu, suhu udara maksimum pada periode 28 Juni–1 Juli 2026 masih tercatat mencapai lebih dari 35°C di beberapa wilayah, antara lain Lampung, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Kalimantan Timur.

Meskipun musim kemarau semakin meluas, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Pada periode yang sama, curah hujan tertinggi tercatat di Kepulauan Riau sebesar 81 mm per hari, Kalimantan Barat 76 mm per hari, Papua Tengah 57 mm per hari, dan Sumatra Utara 54 mm per hari.

Hujan yang masih terjadi di wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar ekuator umumnya dipengaruhi oleh aktivitas beberapa dinamika atmosfer, antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial aktif di sebagian Papua, Gelombang Kelvin di sebagian Sumatra dan Kalimantan, serta Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian Papua.

Selain itu, hasil analisis kondisi lokal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat labilitas atmosfer yang kuat di sekitar wilayah tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU