JAKARTA, Holopis.com – Krakatau Posco mendadak menghapus daftar komisaris dari website usai nama Mufli Budi Ananda disorot. Ada apa sebenarnya?
Nama Mufli Budi Ananda masih menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial karena menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Di tengah derasnya perhatian terhadap sosoknya, publik kembali dibuat penasaran setelah laman yang memuat daftar jajaran komisaris di situs resmi Krakatau Posco dilaporkan sudah tidak lagi dapat diakses.
Perubahan pada website perusahaan itu pertama kali ramai dibahas melalui unggahan akun X @waskitaadijarto pada Minggu (28/6/2026).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa menu yang sebelumnya menampilkan susunan komisaris perusahaan telah menghilang dari situs resmi Krakatau Posco.
“Daftar Komisaris Krakatau Posco dihapus dari situs web resminya. Ok ada yang gerah begini ya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang kemudian viral.
Unggahan itu juga disertai tangkapan layar halaman utama website Krakatau Posco.
Pada tampilan tersebut terlihat hanya terdapat menu Tentang, Produk, Berita, Sustainability, Karier, dan Kontak.
Sementara menu yang sebelumnya memuat informasi mengenai jajaran komisaris tidak lagi terlihat.
Temuan tersebut dengan cepat menyita perhatian warganet.
Hingga Minggu siang, unggahan tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan dibanjiri berbagai komentar dari pengguna media sosial.
Banyak yang mengaitkan hilangnya halaman tersebut dengan ramainya pembahasan mengenai Mufli Budi Ananda dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pengguna X bahkan mengaku telah mencoba membuka situs resmi Krakatau Posco dan mendapati informasi mengenai jajaran komisaris memang sudah tidak tersedia.
Namun demikian, belum dapat dipastikan sejak kapan halaman tersebut dihapus atau dinonaktifkan.
“Internal mereka juga kalang kabut ini,” tulis salah seorang pengguna X.
Sementara pengguna lainnya mempertanyakan apakah perubahan pada website berkaitan dengan adanya evaluasi terhadap susunan komisaris perusahaan.
“Mungkin nggak sih gara-gara ini mereka akhirnya diberhentikan dari jabatan tersebut?” tulis akun lain.
Meski demikian, berbagai komentar tersebut masih sebatas opini dan spekulasi warganet.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PT Krakatau Posco mengenai alasan di balik hilangnya daftar komisaris dari website perusahaan.
Nama Mufli Budi Ananda sendiri mulai menjadi pembicaraan publik setelah banyak pengguna media sosial menyoroti latar belakang kariernya.
Ia disebut pernah menjadi asisten sebelum kemudian diketahui menduduki jabatan sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Perbincangan tersebut memicu diskusi lebih luas mengenai mekanisme pengangkatan komisaris di perusahaan, khususnya perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan badan usaha milik negara (BUMN).
Banyak warganet meminta agar proses penunjukan pejabat perusahaan dilakukan secara terbuka, transparan, dan berdasarkan kompetensi.
Di sisi lain, belum ada informasi resmi yang menyebut bahwa penghapusan laman komisaris berkaitan dengan polemik yang sedang berkembang.
Dalam praktik pengelolaan website perusahaan, perubahan menu maupun konten dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari pembaruan tampilan situs, penyesuaian struktur organisasi, hingga pemeliharaan sistem.
Karena itu, penyebab pasti hilangnya halaman tersebut masih menunggu penjelasan langsung dari pihak perusahaan.
Hingga Minggu sore, laman yang memuat susunan komisaris masih belum dapat ditemukan di situs resmi Krakatau Posco.
Sementara menu-menu lainnya tetap dapat diakses seperti biasa.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak manajemen PT Krakatau Posco untuk meminta konfirmasi terkait perubahan pada website perusahaan maupun polemik yang berkembang mengenai nama Mufli Budi Ananda.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Apabila nantinya perusahaan menyampaikan klarifikasi atau penjelasan mengenai perubahan tersebut, informasi ini akan diperbarui agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.
Sebelumnya, nama Mufli Budi Ananda menjadi viral setelah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Sorotan publik terhadap dirinya kemudian berkembang menjadi perhatian terhadap struktur kepengurusan perusahaan, termasuk keberadaan informasi komisaris yang kini tidak lagi tampil di website resmi Krakatau Posco.
Perkembangan isu ini pun masih terus menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons di media sosial, sembari menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait alasan dihapusnya laman daftar komisaris tersebut.

