Menikmati Pesona Negeri di Atas Awan dan Sensasi Embun Es di Candi Arjuna Dieng

0 Shares

HOLOPIS.COM, DIENG Dataran Tinggi Dieng, khususnya Kompleks Candi Arjuna di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali mengalami lonjakan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara memasuki pertengahan tahun 2026.

Peningkatan arus kunjungan ini didorong oleh perpaduan antara wisata sejarah situs Hindu tertua di Indonesia dan daya tarik fenomena alam embun beku yang melanda kawasan tersebut.

Berdasarkan data operasional terbaru, tiket masuk terusan yang menggabungkan kunjungan ke Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang saat ini dipatok seharga Rp30.000 per orang untuk wisatawan domestik.

Pintu masuk kawasan cagar budaya ini mulai dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00 waktu Indonesia barat.

Banyak pelancong yang sengaja datang sejak pagi buta guna mengabadikan keindahan kristal es atau yang akrab disebut embun upas di pelataran candi.

Suhu udara di dataran tinggi berketinggian sekitar 2.093 mdpl tersebut dilaporkan sempat menyentuh angka di bawah 2 derajat Celsius pada dini hari hingga menjelang terbit matahari.

- Advertisement -

Selain fenomena embun es, pemandangan hamparan perbukitan hijau serta taman bunga beraneka warna yang mengitari bangunan kuno menjadi target favorit para pehobi fotografi.

Situs cagar budaya dengan total luas lahan sekitar 1 hektar ini memiliki lima buah bangunan candi utama yang berdiri kokoh berdampingan.

Kelima bangunan bersejarah tersebut diidentifikasi sebagai Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Candi Arjuna sendiri tercatat sebagai bangunan yang paling tua di dalam kompleks tersebut, yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-8 masehi.

Sedangkan beberapa candi pendamping lainnya, seperti Candi Sembadra, menunjukkan fase perkembangan arsitektur yang sudah mulai mengadopsi pengaruh budaya lokal setempat.

Demi menjamin kenyamanan para pelancong, pihak pengelola wisata setempat terus melakukan pembenahan dan perawatan rutin terhadap infrastruktur fisik di sekitar lokasi.

Fasilitas penunjang di area wisata ini kini mencakup area parkir kendaraan yang memadai, kamar mandi umum, tempat ibadah, serta deretan kios kuliner lokal.

Para pengunjung juga dapat beristirahat sejenak menikmati kudapan khas pegunungan Dieng seperti kentang goreng lokal dan tempe kemul hangat di sekitar area pintu keluar.

Pihak pengelola mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap tertib menjaga kebersihan lingkungan serta dilarang keras merusak struktur batu candi demi menjaga kelestarian sejarah nusantara.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU