HOLOPIS.COM, SINGAPURA – Kubah kaca Flower Dome di Gardens by the Bay, Singapura, bersolek menjadi panggung megah perpaduan keindahan botani Nusantara dalam eksibisi bertajuk Indonesia x Singapore Orchid Extravaganza 2026.
Pameran kolaboratif berskala internasional ini resmi dibuka sebagai bagian dari perhelatan akbar MASA Singapore 2026 yang berlangsung hingga 10 Agustus 2026 mendatang.
Kehadiran eksibisi ini mencetak sejarah baru karena Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang berkesempatan menggelar pameran tunggal di destinasi ikonik dunia tersebut.
Fokus utama dari perhelatan ini adalah menampilkan keanggunan beraneka ragam spesies anggrek Indonesia yang dipadukan secara apik dengan narasi geografis serta budaya tanah air.
Para pengunjung diajak menikmati perjalanan imersif menyusuri lebih dari 30 instalasi seni megah yang merepresentasikan kekayaan alam dari delapan wilayah penting di Indonesia.
Kedelapan wilayah yang dihadirkan secara artistik tersebut meliputi Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Kalimantan.
Setiap instalasi dirancang dengan detail yang menggabungkan arsitektur tradisional, flora endemik, fauna khas, hingga kekayaan intelektual geografis masing-masing daerah.
Konsep tata ruang yang genius ini dirancang khusus untuk membawa para turis mancanegara menjelajahi keberagaman budaya Indonesia yang sangat luas hanya dalam sekali melangkah.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa diplomasi budaya lewat bunga anggrek ini merupakan langkah taktis dalam memperkuat branding nasional di kancah global.
“Orchid Extravaganza merupakan cara Indonesia memperkenalkan identitas bangsa melalui kreativitas,” ujar Irene Umar saat menghadiri pembukaan acara tersebut di Singapura.
Beliau menambahkan bahwa dunia internasional perlu mengenal Indonesia tidak hanya dari pesona alamnya yang indah, melainkan juga lewat karya kreatif yang berakar pada tradisi kuat.
Proyek ambisius ini terwujud berkat semangat gotong royong yang melibatkan sinergi erat antara seniman, akademisi, komunitas kreatif, hingga berbagai mitra strategis tanah air.
Dimensi sensorik pameran semakin kaya berkat sentuhan seni modern dari pelukis Erika Richardo, komposer kawakan Addie MS, hingga inovasi teknologi E-Gamelan Universitas Dian Nuswantoro.
Hubungan bilateral yang erat antara kedua negara juga semakin dipertegas dengan kehadiran Minister of State Singapura Alvin Tan dan CEO Gardens by the Bay Felix Loh pada acara pembukaan.
Melalui suguhan estetika anggrek yang menawan ini, Indonesia membuktikan kapasitasnya sebagai kekuatan kreatif dinamis yang siap bersaing dan bersinar di panggung dunia.


