JAKARTA, Holopis.com – Apel Komcad ASN di Kemhan memicu dugaan terkait pengamanan demo mahasiswa, namun Kemhan menegaskan itu hanya kegiatan rutin kesiapsiagaan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa kegiatan apel Komponen Cadangan (Komcad) yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 12 Juni 2026 tidak memiliki kaitan dengan pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta pada hari yang sama.
Penegasan ini disampaikan untuk merespons berbagai spekulasi yang beredar di ruang publik terkait dugaan pengerahan Komcad ASN dalam konteks pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di sejumlah titik ibu kota.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, menyebut informasi tersebut tidak benar.
Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari program pembinaan rutin dan uji kesiapsiagaan Komcad ASN setelah mengikuti pelatihan dasar.
“Informasi tersebut tidak benar. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari itu adalah uji kesiapsiagaan dan pembinaan rutin Komcad ASN pasca-pelatihan,” ujar Rico kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, kegiatan pembinaan tersebut merupakan agenda berkala yang dilakukan untuk memastikan kesiapan personel Komcad ASN dalam menjalankan fungsi pendukung di lingkungan kerja masing-masing kementerian atau lembaga.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak diarahkan untuk kepentingan pengamanan aksi demonstrasi maupun situasi lapangan lainnya yang bersifat penegakan ketertiban umum.
“Pembinaan ini dilakukan secara rutin dan mencakup kesiapan di lingkungan instansi masing-masing sesuai fungsi dan tugasnya. Kegiatan tersebut tidak terkait dengan penanganan aksi demonstrasi mahasiswa,” tegasnya.
Kemhan juga menambahkan bahwa keberadaan Komcad ASN merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang bersifat dukungan, bukan alat yang digunakan secara langsung untuk menangani situasi keamanan dalam negeri yang menjadi ranah aparat penegak hukum seperti Polri.
Sebelumnya, publik sempat menyoroti beredarnya surat bernomor B/752/VI/2026/BACADNAS tertanggal 11 Juni 2026.
Surat tersebut berisi permintaan kepada sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengirimkan ASN yang tergabung dalam Komcad guna mengikuti apel di Kementerian Pertahanan.
Dalam surat itu disebutkan sekitar 500 personel Komcad ASN dari 42 kementerian dan lembaga dijadwalkan mengikuti apel siaga.
Peserta diketahui berasal dari berbagai instansi, dengan jumlah terbesar berasal dari Kementerian Sosial, disusul Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan.
Agenda apel tersebut disebut berlangsung di lingkungan Kemhan pada pagi hari dan diikuti dengan penggunaan atribut Komcad sesuai ketentuan pelatihan, termasuk pakaian dinas lapangan dan baret.
Kemunculan surat tersebut kemudian memicu spekulasi di ruang publik, terutama karena kegiatan berlangsung beriringan dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Sejumlah pihak menilai adanya potensi keterkaitan antara apel Komcad ASN dan situasi pengamanan di lapangan, meski hal itu telah dibantah oleh Kemhan.
Isu ini juga memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat sipil.
Sebagian menilai keterlibatan Komcad dalam konteks yang berdekatan dengan aksi demonstrasi perlu dijelaskan secara transparan untuk menghindari salah persepsi terkait fungsi dan batasan Komcad dalam sistem pertahanan negara.
Namun Kemhan kembali menegaskan bahwa tidak ada instruksi maupun kebijakan yang mengarahkan Komcad ASN untuk terlibat dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Seluruh kegiatan disebut telah dirancang sebagai bagian dari pembinaan internal dan peningkatan kesiapsiagaan pascapelatihan.
Dengan klarifikasi ini, Kemhan berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di publik terkait tujuan pelaksanaan apel Komcad ASN tersebut, serta menegaskan bahwa kegiatan itu murni bersifat administratif dan pembinaan rutin, bukan bagian dari operasi pengamanan demonstrasi mahasiswa.


