Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Blueray Cargo, KPK : dari Pemeriksaan Saksi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad terseret dalam pusaran dugaan suap importasi barang Blueray Cargo ke sjumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hal itu terungkap dalam persidangan terdakwa pemilik Blueray Cargo, John Field Dkk.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein membenarkan fakta persidangan yang menyebut sosok Raffi Ahmad. Taufik mengatakan informasi mengenai Raffi Ahmad yang terungkap di persidangan sejatinya telah muncul dalam proses penyidikan melalui pemeriksaan para saksi.

“Untuk fakta persidangan yang Blueray yang untuk pemberi ya. Ini memang karena sudah ada di persidangan, itu sudah jadi fakta persidangan. Tadi terkait fakta ada di persidangan terungkap, di pemeriksaan juga karena itu dari pemeriksaan saksi, ada saudara RA (Raffi Ahmad) ya, ini seperti apa? Ya betul, karena memang itu sudah fakta persidangan, artinya itu juga dari hasil pemeriksaan saksi-saksi ketika di proses penyidikan,” ungkap Taufik kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, seperti dikutip Holopis, Senin (8/6/2026).

Lembaga antirasuah tak menutup kemungkinan bakal mendalami fakta persidangan yang menyeret Raffi Ahmad tersebut. Terlebih dalam kasus ini, masih ada tersangka yang proses pengusutan kasus bergulir di tahap penyidikan.

“Nah itu juga dimungkinkan ketika ada fakta-fakta persidangan yang tadi muncul, itu juga akan diklarifikasi atau akan didalami lagi oleh tim penyidik,” tegas Taufik.

Namun demikian, Taufik saat ini enggan berspekulasi apakah fakta yang muncul di persidangan terkait pengiriman iPhone dan laptop dari Amerika Serikat ke Indonesia dapat dikategorikan sebagai penyelundupan.

- Advertisement -

Dijelaskan Taufik, informasi tersebut dalam penyidikan perkara Blueray Cargo sempat muncul. Namun, saat itu penyidik tidak menemukan fakta yang cukup kuat untuk mengaitkannya dengan konstruksi utama perkara suap impor yang sedang ditangani.

“Tapi kita waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan. Karena ini hanya sekitar ada dua unit mungkin yang dititipkan, laptop mungkin, karena ada perkenalan atau apa, sehingga itu kemudian di proses penyidikan yang Blueray kemarin kita tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai,” terang Taufik.

Sebab itu, sambung Taufik, penyidik pada tahap penyidikan sebelumnya tidak melakukan pemanggilan terhadap Raffi Ahmad. “Sehingga kemudian itu tidak kita lakukan pemanggilan,” imbuh Taufik.

Pun demikian, kata Taufik, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan tak menutup kemungkinan bakal menjadi bahan pendalaman lanjutan oleh penyidik. “Nah, apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya kita akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya,” .

Nama Raffi Ahmad sebelumnya mencuat dalam persidangan setelah jaksa KPK mengonfirmasi percakapan WhatsApp antara Sri Pangestuti alias Tuti, seorang pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), dengan Yohanes, asisten pribadi John Field. Dalam percakapan yang dibacakan jaksa, Yohanes menyampaikan bahwa Raffi Ahmad yang saat itu berada di Amerika Serikat disebut ingin mengirim laptop dan iPhone ke Indonesia melalui jaringan Blueray Cargo.

Jaksa juga mengungkap adanya informasi bahwa barang tersebut akhirnya dikirim melalui jalur udara di Bali dengan pengurusan IMEI dilakukan sendiri oleh pemilik barang. Namun, Sri Pangestuti dalam persidangan menegaskan bahwa dirinya menolak membantu pengurusan pengiriman tersebut dan tidak mengetahui apakah barang itu akhirnya masuk ke Indonesia.

Sementara itu, Yohanes pada persidangan sebelumnya menjelaskan, informasi mengenai titipan barang tersebut berasal dari Nelwan, pimpinan divisi Blueray Cargo di Amerika Serikat. Yohanes menyebut rencana penitipan barang tersebut tidak jadi direalisasikan setelah dilakukan pengecekan kepada pihak administrasi dan divisi Amerika.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rangga Tranggana
Ronalds Petrus Gerson
Rangga Tranggana, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU