HOLOPIS.COM, JAKARTA – Raksasa teknologi transportasi daring, Grab, secara resmi menepis rumor yang beredar mengenai rencana hengkangnya perusahaan dari pasar Indonesia. Perusahaan menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk tetap beroperasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di tanah air.
Dalam keterangan resminya, Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia menyatakan bahwa isu yang menyebutkan mereka akan keluar dari Indonesia adalah informasi yang tidak benar. Pihak perusahaan memastikan operasional mereka tetap berjalan normal seperti biasa guna melayani kebutuhan mobilitas masyarakat luas.
Grab juga menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghormati dan mematuhi seluruh arahan serta kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga iklim usaha yang kondusif di sektor teknologi transportasi dan pengantaran.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan keselarasan strategi bisnis Grab dengan agenda nasional pemerintah. Perusahaan terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi digital kerakyatan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Grab, Indonesia memegang peranan yang sangat vital di Asia Tenggara karena merupakan salah satu ekosistem terbesar mereka. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus menanamkan investasi sosial dan ekonomi guna mempertahankan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Eksistensi Grab di tanah air sendiri kini telah memasuki usia yang cukup matang, yakni lebih dari sepuluh tahun. Selama satu dekade lebih tersebut, perusahaan ride-hailing ini telah tumbuh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kehadiran yang cukup lama ini juga tercermin dari dominasi pasar yang berhasil dipertahankan oleh perusahaan. Saat ini, Grab tercatat berkontribusi terhadap sekitar lima puluh persen dari total industri layanan transportasi daring dan pengantaran makanan di Indonesia.
Selain menyediakan layanan transportasi, kontribusi ekonomi terbesar Grab juga terlihat pada sektor pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Upaya digitalisasi yang dilakukan perusahaan berhasil menciptakan jutaan peluang kerja baru di berbagai pelosok daerah.
Tercatat hingga saat ini, Grab telah sukses memfasilitasi pembukaan sekitar empat koma enam juta peluang kerja melalui program digitalisasi UMKM. Program ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka secara digital.
Di sisi kesejahteraan mitra, perusahaan juga meluncurkan inisiatif khusus yang bertajuk program Grab untuk Indonesia. Melalui program strategis ini, Grab mengalokasikan dana bantuan sosial senilai lebih dari seratus miliar rupiah yang ditujukan langsung bagi para mitra pengemudi.
Manajemen menegaskan bahwa kerja sama yang erat dengan pemerintah, mitra pengemudi, merchant, serta pemangku kepentingan lainnya akan terus ditingkatkan. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.


