CBA Soroti Bonus Manajemen BRI Melonjak Saat Laba Turun, Kejagung Diminta Periksa Hery Gunardi

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Direktur Eksekutif CBA (Center for Budget Analysis), Uchok Sky Khadafi menyoroti adanya kontras dalam kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Di tengah penurunan laba bersih dan melemahnya pendapatan operasional, lembaga tersebut menilai BRI justru meningkatkan alokasi bonus dan insentif bagi manajemen, termasuk pembayaran tantiem kepada direksi dan dewan komisaris.

Uchok menyebut kondisi tersebut bertolak belakang dengan performa keuangan perseroan yang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi jika mengacu pada Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat BRI pernah mengalami penurunan laba tahun berjalan sebesar Rp15,75 triliun atau 45,78 persen pada 2020.

Penurunan itu dipicu oleh berkurangnya pendapatan operasional dan meningkatnya beban operasional. Menurut CBA, tren pelemahan tersebut kembali terlihat pada laporan keuangan tahun buku 2025.

Uchok mengungkapkan, laba bersih BRI pada 2025 turun sekitar Rp3,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu, kata dia, terjadi seiring melemahnya pendapatan operasional dari Rp53,9 triliun pada 2024 menjadi Rp53,6 triliun pada 2025, sementara beban operasional meningkat dari Rp82,1 triliun menjadi Rp88,4 triliun.

“Laba bersih BRI pada tahun 2025 merosot sekitar Rp3,1 triliun dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut diakibatkan oleh melemahnya pendapatan operasional yang turun dari Rp53,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp53,6 triliun pada tahun 2025, serta membengkaknya beban operasional yang melonjak dari Rp82,1 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp88,4 triliun pada tahun 2025,” ujar Uchok dalam keterangan persnya, Sabtu (1/8/2026).

Di sisi lain, CBA menemukan adanya peningkatan signifikan pada anggaran kesejahteraan internal manajemen. Berdasarkan data yang dikutip lembaga tersebut, pos bonus dan insentif bagi manajemen kunci naik dari Rp228,6 miliar pada 2024 menjadi Rp396,3 miliar pada 2025 atau meningkat sekitar Rp167,6 miliar.

- Advertisement -

Tak hanya itu, BRI juga disebut tetap mengalokasikan pembayaran tantiem kepada jajaran direksi sebesar Rp181 miliar serta tantiem bagi dewan komisaris senilai Rp12,4 miliar pada tahun 2025.

Atas temuan tersebut, CBA mendesak Kejaksaan Agung untuk memanggil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam rangka untuk mengklarifikasi kebijakan pemberian bonus dan tantiem tersebut.

Menurut Uchok, langkah itu diperlukan untuk mengusut dugaan pelanggaran terhadap kebijakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang disebut melarang pemberian tantiem maupun insentif kepada dewan komisaris BUMN.

“Melihat kondisi tersebut, CBA mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera memanggil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi. Pemanggilan ini mendesak dilakukan guna mengusut dugaan pelanggaran terhadap kebijakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang secara tegas melarang pemberian tantiem serta insentif bagi dewan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tegas Uchok.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU