Bela-belain Pulang Lebih Cepat dari Haji Demi Agenda Presiden Prabowo, Dadan Hindayana Malah Dipecat dari Kepala BGN

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDadan Hindayana pulang lebih cepat dari ibadah haji demi agenda Presiden Prabowo, namun justru dicopot dari jabatan Kepala BGN.

Drama politik di lingkaran pemerintahan kembali mencuri perhatian publik.

Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mendadak jadi sorotan setelah dirinya resmi dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.

Yang bikin publik makin heboh, keputusan itu datang hanya hitungan jam setelah Dadan kembali ke Tanah Air usai mempercepat kepulangan dari ibadah haji demi agenda penting negara.

Keputusan pencopotan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (2/6/2026).

Tidak hanya Dadan, dua wakil kepala BGN yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut diganti dalam keputusan sekaligus tersebut.

- Advertisement -

“Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo dalam keterangan resminya.

Publik sempat dibuat terkejut karena Dadan Hindayana sebelumnya masih aktif menjalankan tugas negara meski baru saja menuntaskan ibadah haji bersama istrinya.

Bahkan, ia diketahui mempercepat kepulangan dari Tanah Suci karena diminta menghadiri agenda besar bersama Presiden Prabowo.

Dadan berangkat haji pada 20 Mei 2026 dan semestinya baru kembali ke Indonesia pada akhir Juni.

Namun jadwal itu berubah drastis setelah adanya permintaan untuk segera kembali ke Jakarta.

“Karena ada kegiatan penting dengan Presiden tanggal 2 dan 3 Juni, saya diminta pulang lebih cepat,” ujar Dadan dalam pernyataannya di Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Ia bahkan sempat menyebut harus mencari tiket komersial agar bisa kembali tepat waktu.

Langkah itu dilakukan demi mengikuti agenda pemerintahan yang disebut sangat strategis.

Ironi lain yang menyita perhatian adalah fakta bahwa pada pagi hari sebelum pengumuman pencopotan, Dadan masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan dalam kegiatan tersebut, Dadan tampak aktif menerima arahan dan berinteraksi dalam kunjungan kerja Presiden.

Tidak ada tanda-tanda bahwa posisinya akan diganti dalam waktu dekat.

Namun pada malam harinya, Istana justru mengumumkan keputusan besar, pergantian pimpinan BGN secara menyeluruh.

Situasi ini membuat publik mempertanyakan apakah keputusan tersebut sudah dipersiapkan jauh hari atau merupakan bagian dari evaluasi cepat Presiden terhadap kinerja lembaga strategis tersebut.

BGN sendiri merupakan lembaga yang memegang peran penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Program ini menargetkan puluhan juta penerima, mulai dari pelajar, santri, balita, hingga ibu hamil.

Dengan anggaran yang sangat besar mencapai ratusan triliun rupiah, MBG menjadi salah satu program paling disorot publik.

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program agar tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan.

Di tengah besarnya skala program tersebut, isu efisiensi, tata kelola, hingga dugaan pemborosan anggaran ikut menjadi sorotan yang diduga menjadi bagian dari evaluasi internal pemerintah.

Meski demikian, Istana belum merinci secara detail alasan pencopotan Dadan dari jabatannya.

Menanggapi pencopotannya, Dadan Hindayana memilih bersikap tenang. Ia menyatakan bahwa pergantian pejabat dalam kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

“Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan dalam pernyataan singkatnya.

Dadan juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama sekitar 1,5 tahun menjabat sebagai Kepala BGN.

Ia menyebut jabatan tersebut tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Meski tidak lagi menjabat, Dadan tetap memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa program tersebut menjadi lebih baik dan efektif.

“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Semoga membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat,” ujarnya.

Sebagai pengganti, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Selain itu, dua wakil kepala juga ditunjuk untuk memperkuat struktur kepemimpinan lembaga tersebut.

Pergantian ini disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan implementasi program prioritas nasional.

Sejumlah pihak menilai langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tengah memperketat pengawasan terhadap lembaga yang mengelola anggaran besar, terutama yang bersentuhan langsung dengan program sosial berskala nasional.

Yang membuat isu ini semakin ramai dibicarakan adalah waktu pengumuman yang berdekatan dengan aktivitas Dadan yang baru saja kembali dari ibadah haji dan masih menjalankan tugas negara.

Di media sosial, publik ramai membahas “drama” politik tersebut.

Banyak yang menyoroti bagaimana seorang pejabat bisa tetap menjalankan tugas hingga menit terakhir sebelum akhirnya diganti secara resmi.

Sebagian lainnya melihat ini sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo tengah melakukan pengetatan evaluasi kinerja di semua lini pemerintahan, terutama program strategis.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU