Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Langsung Dicuci? Ini Penjelasannya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Saat Idul Adha tiba, banyak orang langsung sibuk membagi, menyimpan, hingga mengolah daging kurban di rumah. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah langsung mencuci daging sesaat setelah diterima karena dianggap lebih bersih dan higienis.

Padahal, kebiasaan tersebut ternyata tidak selalu dianjurkan. Banyak orang belum tahu bahwa mencuci daging mentah terlalu cepat justru bisa memengaruhi kualitas daging hingga meningkatkan risiko penyebaran bakteri di area dapur.

Terlebih saat Idul Adha, kondisi dapur biasanya lebih sibuk dari biasanya. Banyak bahan makanan, alat masak, dan aktivitas memasak berlangsung bersamaan sehingga kebersihan proses pengolahan daging menjadi sangat penting diperhatikan.

Karena itu, para ahli keamanan pangan biasanya menyarankan agar daging tidak langsung dicuci sebelum disimpan, kecuali memang akan segera dimasak. Berikut beberapa alasan kenapa kebiasaan ini sebaiknya mulai diperhatikan.

1. Air Bisa Menyebarkan Bakteri ke Area Dapur

Saat daging mentah dicuci di bawah air mengalir, cipratan air dapat membawa bakteri ke wastafel, meja dapur, peralatan makan, hingga bahan makanan lain di sekitarnya. Hal inilah yang membuat banyak ahli keamanan pangan menyarankan agar daging tidak dicuci sembarangan, terutama dalam kondisi dapur yang sempit atau bercampur dengan bahan makanan lain.

Karena itu, kebersihan alat masak dan area dapur justru lebih penting diperhatikan dibanding terlalu fokus mencuci daging mentah.

- Advertisement -

2. Daging Jadi Lebih Cepat Lembap dan Mudah Bau

Mencuci daging sebelum disimpan bisa membuat permukaannya terlalu lembap. Kondisi ini dapat mempercepat munculnya bau tidak sedap, terutama jika penyimpanan di kulkas kurang optimal. Air yang menempel pada daging juga bisa memengaruhi tekstur dan membuat kualitasnya lebih cepat menurun.

Karena itu, banyak orang memilih langsung menyimpan daging dalam kondisi kering dan baru mencucinya sesaat sebelum dimasak.

3. Nutrisi dan Sari Daging Bisa Berkurang

Sebagian kandungan alami pada permukaan daging bisa ikut hilang jika terlalu lama terkena air. Akibatnya, rasa alami daging kadang menjadi sedikit berbeda setelah dimasak. Meski tidak selalu signifikan, banyak orang merasa daging yang tidak terlalu sering dicuci memiliki rasa lebih gurih dan tekstur yang lebih baik.

Karena itu, proses pengolahan dan kebersihan saat memasak lebih penting dibanding mencuci berulang kali.

4. Daging yang Langsung Dicuci Lebih Sulit Disimpan Lama

Daging yang sudah terkena air biasanya tidak tahan disimpan terlalu lama, terutama jika dimasukkan ke freezer tanpa dikeringkan terlebih dahulu. Kristal es lebih mudah terbentuk di permukaan daging yang terlalu basah sehingga tekstur bisa berubah saat dicairkan kembali.

Jika memang ingin mencuci daging sebelum disimpan, pastikan daging benar-benar dikeringkan terlebih dahulu menggunakan tisu dapur bersih.

5. Bukan Berarti Daging Tidak Perlu Dibersihkan Sama Sekali

Meski tidak dianjurkan langsung dicuci, bukan berarti daging kurban boleh diolah dalam kondisi kotor. Jika terdapat kotoran, serpihan tulang, atau sisa darah berlebih, bagian tersebut tetap perlu dibersihkan dengan benar. Yang paling penting adalah memastikan proses memasak dilakukan sampai matang sempurna karena suhu panas membantu membunuh bakteri yang mungkin masih menempel pada daging.

Selain itu, tangan, talenan, pisau, dan wadah penyimpanan juga wajib dijaga kebersihannya agar daging tetap aman dikonsumsi selama Idul Adha.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU