HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sarwendah menjadi sorotan usai namanya dikaitkan dengan isu pesugihan di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kabar tersebut ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul narasi yang menyebut Sarwendah pernah datang ke lokasi yang dikenal memiliki nuansa mistis tersebut.
Menanggapi isu yang beredar, tim kuasa hukum Sarwendah membenarkan bahwa kliennya memang pernah mengunjungi Gunung Kawi beberapa tahun lalu. Namun mereka menegaskan kedatangan Sarwendah sama sekali bukan untuk melakukan ritual pesugihan.
Pengacara Sarwendah, Abraham Simon, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut terjadi sekitar tahun 2021 hingga 2022 untuk kepentingan syuting podcast bertema horor.
“Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi adalah sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama, kira-kira 2021-2022 lah,” kata Abraham Simon, dikutip Holopis.com, Selasa (20/5).
“Jadi pada saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik,” lanjutnya.
Menurut Abraham, konsep podcast tersebut memang mengangkat tema horor dan misteri sehingga proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah area Gunung Kawi yang dikenal sakral dan mistis.
Ia juga menegaskan Sarwendah tidak datang sendirian ke lokasi. Mantan istri Ruben Onsu itu disebut berada di sana bersama Jordi Onsu dan tim produksi.
“Podcast, jadi memang temanya horor begitu. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana. Jelas-jelas begitu,” ujar Abraham.
Kuasa Hukum Sebut Tuduhan Itu Fitnah
Tim kuasa hukum menilai isu yang berkembang sudah merugikan nama baik Sarwendah. Mereka menyebut kabar tersebut awalnya mungkin hanya dibuat untuk sensasi, tetapi kemudian berkembang liar setelah viral di media sosial.
“Ini pemberitaan-pemberitaan yang sebenarnya mungkin niatnya menghibur begitu ya awalnya, mencari sensasi, tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini kan fitnah berarti ya,” kata Abraham.
Kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, juga menilai tudingan pesugihan sangat bertolak belakang dengan kehidupan Sarwendah sehari-hari yang dikenal aktif bekerja.
“Klien kami ini kalau dibilang pesugihan, itu bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami itu kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam,” ujarnya.
“Pesugihan orang gak usah kerja tiba-tiba datang semua itu sendiri uangnya. Nah, ini jauh,” lanjut Chris.
Isu tersebut mencuat setelah video Pesulap Merah beredar dan menampilkan pernyataan seorang juru kunci di Gunung Kawi. Atas tudingan tersebut, Sarwendah disebut memilih membawa persoalan itu ke jalur hukum karena merasa dirugikan dan difitnah.


