HOLOPIS.COM, JAKARTA – Otoritas Penerbangan Sipil (Civil Aviation Authority/CAA) Israel mengeluhkan keberadaan militer Amerika Serikat di dekat Tel Aviv.
Oleh karena itu, Israel mendesak pemerintah untuk memindahkan pesawat militer Amerika Serikat (AS) dari Bandar Udara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv.
Hal itu dikarenakan mereka merasa kehadiran pesawat-pesawat militer tersebut sangat mengganggu sektor penerbangan sipil negara itu.
Permintaan tersebut disampaikan dalam sebuah surat dari Direktur Jenderal CAA Shmuel Zakay kepada Menteri Transportasi Israel Miri Regev.
Seorang juru bicara menteri transportasi Israel mengonfirmasi bahwa surat itu telah diterima dan isinya telah diperiksa.
Dalam surat tersebut, Zakay mengatakan bahwa Bandar Udara Internasional Ben Gurion efektif menjadi pangkalan udara militer Amerika, mengganggu pengoperasian maskapai dan memperlambat kembalinya maskapai asing ke Israel.
Zakay menyerukan agar pesawat-pesawat AS dipindahkan ke pangkalan angkatan udara Israel dan Bandar Udara Ramon di dekat Kota Eilat di Israel selatan.
Sementara itu, sebuah helikopter militer Israel terjebak, tidak dapat terbang, di Lebanon selatan pada Senin akibat gangguan teknis.
Insiden itu terjadi dalam misi evakuasi Angkatan Udara Israel setelah Hizbullah menargetkan pasukan di Lebanon selatan dengan drone peledak.
Pihak militer Israel mengatakan helikopter kedua telah dikirim untuk mengevakuasi tentara-tentara yang terluka. Personel Angkatan Udara Israel kemudian memperbaiki kerusakan helikopter pertama, dan helikopter tersebut telah lepas landas dengan selamat.
“Helikopter itu tidak terkena tembakan Hizbullah,” imbuh militer Israel.
Terlepas dari gencatan senjata yang rapuh, Israel mengintensifkan pengeboman terhadap pinggiran selatan Beirut pada Kamis (7/5), seraya mengatakan bahwa mereka menargetkan lokasi-lokasi Hizbullah.
Menurut data resmi Israel, empat warga sipil Israel dan 18 tentara Israel tewas akibat serangan Hizbullah sejak pertempuran kembali meletus pada 2 Maret.
Di Lebanon, serangan Israel telah mengakibatkan sedikitnya 2.846 orang tewas dan 8.693 lainnya luka-luka.


