HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga termasuk lahan persawahan yang ada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana tersebut terjadi setelah terjadinya luapan Sungai Balo-Balo yang merendam permukiman warga dan lahan persawahan serta perkebunan di Desa Balo-Balo, Kecamatan Watu.
“Akibat kejadian ini sedikitnya enam kepala keluarga (KK) terdampak yang rumahnya terendam banjir. Kemudian 80 hektare lahan persawahan terendam banjir, 10 hektare kebun sawit serta 10 hektare tambak terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (11/5).
Untuk kondisi terkini, Abdul memastikan bahwa banjir dilaporkan telah surut menyusul tim gabungan melakukan penanganan dan monitoring ketinggian air.
Sementara itu, perubahan pola cuaca yang terjadi pada masa transisi musim berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Di sisi lain, mulai berkurangnya curah hujan di beberapa daerah juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan rawan kekeringan.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah, seperti BMKG dan BNPB.
“Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya di sekitar tempat tinggal,” imbaunya.
“Pemerintah daerah turut didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, menyiapkan jalur evakuasi serta logistik darurat, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” tambahnya.


