HOLOPIS.COM, JAKARTA – Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih mulai terjadi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, kekeringan dilaporkan melanda Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa tersebut berdampak pada 60 kepala keluarga (KK) atau 84 jiwa. Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Semarang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan asesmen di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih.
“Sebanyak dua tangki air atau sekitar 5.000 liter didistribusikan kepada warga di Dusun Ngoho, Desa Kemitir,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (5/7).
Sementara itu, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Abdul mengungkapkan bahwa ketersediaan air bersih di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan, mulai mengalami penurunan.
Kondisi tersebut berdampak pada sedikitnya 240 KK. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menyikapi bencana akibat musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan.
“Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, kesiapsiagaan sumber daya, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan,” imbaunya.


