HOLOPIS.COM, TABANAN – Lanskap pariwisata Bali kini memiliki ikon baru yang melampaui konsep destinasi konvensional melalui kehadiran Nuanu Creative City di pesisir Tabanan.
Kawasan ini merupakan sebuah ekosistem terpadu seluas 44 hektare yang secara berani menggabungkan kemajuan teknologi multimedia dengan kelestarian alam dan kearifan lokal.
Nuanu baru saja mendapatkan apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menyebutnya sebagai manifestasi nyata dari masa depan industri kreatif Indonesia.
Keunikan utama kawasan ini terletak pada kemampuannya menyajikan pengalaman imersif yang modern tanpa sedikit pun menanggalkan identitas budaya asli masyarakat Bali.
Di dalamnya, pengunjung dapat menyaksikan instalasi patung raksasa Earth Sentinels yang bersanding harmonis dengan kecanggihan multimedia berbasis kecerdasan buatan (AI) di Aurora Media Park.
Selain aspek teknologi, terdapat pula Magic Garden yang didedikasikan secara khusus untuk program konservasi flora dan fauna guna menjaga keseimbangan alam sekitar.
Art Village juga hadir sebagai ruang edukasi bagi para perajin tradisional lokal agar dapat terus berkarya dan berkolaborasi di tengah kemajuan zaman yang pesat.
Seluruh pembangunan kawasan dijalankan dengan memegang teguh filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni antara hubungan manusia, Tuhan, dan lingkungan hidup.
Komitmen lingkungan tersebut dibuktikan melalui kebijakan lahan yang ketat, di mana pengelola hanya menggunakan 30 persen area untuk bangunan fisik dari total lahan yang tersedia.
Sisa lahan sebesar 70 persen tetap dipertahankan sebagai zona hijau yang asri, menjadikan kawasan ini paru-paru baru bagi wilayah pesisir utara Bali tersebut.
Kawasan ini juga menerapkan prinsip zero emission melalui penggunaan kendaraan listrik secara eksklusif di dalam area, menetapkan standar baru bagi destinasi ramah lingkungan.
“Kawasan ini adalah bukti bahwa teknologi dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga bumi,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar dalam kunjungannya ke Bali, Jumat (8/5).


