HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran kembali mengajukan sejumlah syarat dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di tengah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah. Dalam usulan terbarunya, Teheran meminta penghentian perang secara menyeluruh sekaligus menuntut jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap wilayah mereka di masa depan.
Laporan kantor berita semiresmi Tasnim menyebut proposal terbaru Iran juga berisi tuntutan pencabutan sanksi ekonomi hingga penghentian blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz. Pembicaraan kedua negara sendiri masih berlangsung alot meski beberapa kali pertemuan telah digelar melalui mediator Pakistan.
“Usulan tersebut menyoroti perlunya mengakhiri perang segera, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam kerangka kesepakatan politik,” tulis Tasnim, dikutip Holopis.com, Senin (11/5).
Selain mendesak penghentian konflik, Iran juga meminta Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap penjualan minyak mereka dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan awal dicapai. Teheran turut menuntut pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat drastis sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.
Iran kemudian membalas lewat serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset-aset milik AS di kawasan Timur Tengah. Teheran juga memperketat kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Gencatan senjata akhirnya mulai berlaku pada 8 April dan dilanjutkan dengan pembicaraan delegasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, pada 11 hingga 12 April. Namun negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Sejak saat itu, kedua pihak dilaporkan terus bertukar proposal mengenai syarat penghentian konflik melalui perantara Pakistan.
Sebelumnya, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa respons terbaru Iran terhadap proposal AS sudah dikirim ke Pakistan. Namun Presiden AS Donald Trump langsung menanggapi dingin proposal tersebut. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut respons Iran itu “sama sekali tidak dapat diterima.”
Hingga kini, negosiasi antara Washington dan Teheran masih belum menunjukkan titik terang. Di tengah upaya diplomasi yang berjalan alot, ketegangan militer di kawasan juga masih terus menjadi perhatian dunia internasional.

