JAKARTA, HOLOPIS.COM – Tweet lawas soal Hantavirus 2026 viral usai WHO konfirmasi kasus di MV Hondius, netizen ramai mengaku merinding.
Media sosial kembali dibuat geger setelah sebuah tweet lama dari tahun 2022 mendadak viral usai munculnya kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.

Banyak netizen mengaku merinding karena isi unggahan tersebut dianggap seperti “ramalan” yang kini benar-benar terjadi pada 2026.
Akun X bernama @iamasoothsayer yang memiliki bio “reads the future” menulis singkat pada 2022: “2023: Corona ended / 2026: Hantavirus.”
Tweet itu kini kembali beredar luas dan dibanjiri ribuan komentar setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya klaster Hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.
Tweet itu kini kembali beredar luas dan dibanjiri ribuan komentar setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya klaster Hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.
Unggahan lama tersebut langsung memicu spekulasi liar di media sosial.
Banyak pengguna X menyebut kejadian ini “terlalu kebetulan” hingga membuat mereka merinding.
“Ini ngeri sih, kok bisa pas banget tahunnya,” tulis salah satu netizen.
“Jangan-jangan memang ada yang sudah tahu dari dulu,” komentar akun lainnya.
Tak sedikit pula yang mengaitkan tweet tersebut dengan teori konspirasi hingga isu planned outbreak.
Namun, sebagian pengguna internet mencoba menanggapi lebih rasional.
Mereka menilai Hantavirus sebenarnya bukan virus baru sehingga kemungkinan seseorang menebak kemunculannya di masa depan tetap masuk akal.
“Hantavirus sudah dikenal ilmuwan sejak lama. Ini bukan ramalan, cuma kebetulan viral sekarang,” tulis pengguna lain di X.
Klaster Hantavirus
Kasus yang memicu kehebohan ini berasal dari kapal pesiar MV Hondius yang membawa penumpang dari berbagai negara.
WHO melaporkan adanya klaster infeksi yang melibatkan kru dan wisatawan internasional.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Ushuaia, Argentina, sebelum akhirnya diisolasi di lepas pantai Cape Verde dalam perjalanan menuju Spanyol.
Laporan awal menyebut terdapat sekitar tujuh hingga delapan kasus terkonfirmasi, termasuk tiga korban meninggal dunia.
Dugaan sementara mengarah pada strain Andes virus, salah satu jenis Hantavirus yang diketahui langka namun berpotensi menular antarmanusia.
Paparan awal diduga berasal dari kontak dengan hewan pengerat di wilayah Amerika Selatan yang sempat disinggahi kapal.
Meski begitu, WHO menegaskan risiko global masih tergolong rendah dan situasi ini belum mengarah pada pandemi seperti COVID-19.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus dari keluarga Hantaviridae yang umumnya menyebar melalui urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus.
Manusia dapat terinfeksi saat menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus tersebut.
Dalam beberapa kasus, Hantavirus bisa menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga gagal ginjal.
Virus ini pertama kali diidentifikasi secara ilmiah pada 1978 oleh ilmuwan Korea Selatan, Ho Wang Lee, setelah muncul kasus demam berdarah dengan sindrom ginjal pada masa Perang Korea.
Sebagian besar jenis Hantavirus tidak menular antar-manusia.
Namun, varian Andes virus di Amerika Selatan diketahui memiliki kemungkinan penularan meski sangat jarang terjadi.
Hingga kini belum ada obat spesifik untuk Hantavirus.
Penanganan pasien lebih difokuskan pada terapi suportif untuk membantu fungsi pernapasan dan organ tubuh lainnya.
WHO juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun area yang terkontaminasi kotoran hewan pengerat.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, tweet lawas yang kini viral itu terus menjadi perbincangan panas di media sosial.
Banyak netizen menganggapnya sekadar kebetulan, namun tak sedikit pula yang mengaku sulit mengabaikan “ketepatan” prediksi tersebut.


