Wabah Ebola Meluas, Negara Arab Mulai Terapkan Pengawasan Ketat di Perbatasan

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah negara di kawasan Arab mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Ebola dan Hantavirus. Meski hingga kini belum ditemukan kasus infeksi di kawasan Timur Tengah, otoritas kesehatan di berbagai negara telah memperkuat sistem pemantauan dan langkah pencegahan.

Mengutip dari laporan Arab News, Minggu, (24/5), Arab Saudi menjadi salah satu negara yang secara aktif memonitor perkembangan wabah global tersebut. Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi atau Weqaya menyatakan pihaknya terus memantau laporan infeksi Ebola dan hantavirus di luar negeri. Hal itu sambil memastikan risiko penyebaran virus itu ke wilayah Kerajaan masih sangat rendah.

Weqaya menegaskan koordinasi dengan lembaga kesehatan internasional terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dini terhadap ancaman penyakit menular lintas negara.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) juga memastikan sistem pengawasan kesehatan nasional tetap berada dalam kondisi siap siaga menghadapi berbagai potensi wabah, termasuk Ebola dan hantavirus.

Otoritas kesehatan UEA menyebut sistem respons darurat dan pengawasan epidemiologinya terus diperbarui mengikuti standar internasional untuk menghadapi ancaman kesehatan global yang berkembang cepat.

Di sisi lain, Bahrain dan Yordania mulai menerapkan langkah pencegahan tambahan bagi pelaku perjalanan dari negara-negara yang terdampak Ebola seperti Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, dan Uganda.

- Advertisement -

Langkah tersebut diambil menyusul peringatan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait peningkatan risiko penyebaran wabah Ebola di kawasan Afrika.

Selain Ebola, perhatian dunia kesehatan juga tertuju pada kasus hantavirus yang dikaitkan dengan kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius. Kapal tersebut memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April dalam perjalanan transatlantik melintasi Atlantik Selatan dengan membawa 147 penumpang dan awak.

Kasus ini menarik perhatian internasional karena melibatkan strain Andes, jenis hantavirus langka yang dalam beberapa kasus diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Otoritas kesehatan menduga wabah di kapal tersebut bermula dari seorang penumpang yang sebelumnya melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Chili selatan dan Argentina sebelum naik kapal.

Pria tersebut dilaporkan mulai mengalami gejala seperti demam dan kelelahan beberapa hari setelah pelayaran dimulai sebelum akhirnya meninggal dunia di atas kapal. Istrinya yang juga mengalami sakit kemudian dievakuasi, namun meninggal dunia tidak lama setelahnya.

Munculnya dua ancaman penyakit menular tersebut membuat sejumlah negara memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk internasional guna mencegah penyebaran lintas negara di tengah tingginya mobilitas global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU