JAKARTA, HOLOPIS.COM – Harga pakan ayam tembus Rp21 ribu per kg, peternak makin terjepit. Mentan Amran bergerak dengan menyiapkan pakan subsidi untuk peternak kecil.
Peternak ayam petelur kembali menghadapi tekanan berat.
Harga pakan di lapangan yang mencapai Rp20.000-Rp21.000 per kilogram membuat ongkos produksi membengkak, sementara hasil penjualan telur dinilai belum mampu mengimbangi biaya yang keluar.
Kondisi ini bahkan membuat sebagian peternak memilih membagikan ayam dan telur secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Aksi tersebut terjadi di tengah gelombang protes peternak rakyat di sejumlah daerah.
Mereka meminta pemerintah segera turun tangan karena kondisi usaha disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons keluhan tersebut.
Pemerintah, kata Amran, sudah menyiapkan skema pakan murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penyaluran pakan SPHP telah diperintahkan kepada Perum Bulog dan ditargetkan berjalan hingga Desember 2026.
“Pakan SPHP. Sekarang kami sudah perintahkan Bulog agar disalurkan sampai Desember, itu sudah aman,” ujar Amran saat berada di Universitas Hasanuddin, Selasa, 11 Agustus 2026.
Amran menjelaskan pemerintah memberikan subsidi agar harga pakan SPHP dapat dijangkau peternak rakyat.
Menurut dia, keputusan mengenai kebijakan tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sebelum aksi demonstrasi peternak berlangsung.
“Kita sudah memberi harga SPHP disubsidi pemerintah dan itu disalurkan oleh Bulog. Kami sudah putuskan, kami sudah tanda tangan,” katanya.



