Longsor di Kabupaten Agam, Seorang Warga Meninggal Dunia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat hingga menyebabkan adanya korban meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama serta kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama bencana tersebut.

Wilayah terdampak meliputi Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, dan Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur.

“Akibat kejadian ini, sebanyak 60 unit rumah mengalami kerusakan dan satu ruas jalan tertimbun material longsor sehingga menghambat akses warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (7/5).

Abdul menjelaskan bahwa bencana tersebut juga mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Selain itu, tiga orang mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

“Sebanyak 29 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna mengantisipasi potensi longsor susulan,” ujarnya.

- Advertisement -

Abdul memastikan bahwa petugas lapangan telah melakukan evakuasi korban dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara petugas masih melakukan pembersihan material longsor dan pendataan lanjutan.

Mengacu pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 7 hingga 8 Mei 2026.

Merespons kondisi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui pemantauan wilayah rawan, penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, serta memastikan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian dapat berfungsi dengan optimal.

Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan asesmen cepat dan menyiapkan langkah penanganan darurat apabila terjadi bencana.

“BNPB juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan rutin membersihkan sungai dan drainase guna mencegah banjir,” imbaunya.

“Selain itu, penanaman pohon vetiver, sengon, dan tanaman berakar kuat di area lereng maupun tebing dapat membantu memperkuat struktur tanah dan meminimalisir risiko longsor. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras terjadi dalam durasi yang lama atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” tambahnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU