Bencana Kekeringan di Jateng Makin Meluas

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan air hingga saat ini masih terus menghantui ribuan warga yang ada di Provinsi Jateng selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kekeringan pertama terjadi di Kabupaten Banjarnegara yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.

“Kekeringan telah berdampak pada 3.805 kepala keluarga atau 11.920 jiwa. Petugas telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih menggunakan 20 mobil tangki dan 16 trip kendaraan bak terbuka,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (29/7).

Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Grobogan yang terjadi sejak bulan lalu. Setidaknya ada 1.434 kepala keluarga yang menderita karena kekeringan air.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, debit sumber air yang dimanfaatkan masyarakat terus mengalami penurunan sehingga distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan,” ucapnya.

Wilayah lainnya yakni ada di Kabupaten Demak. Kekeringan berdampak pada 850 kepala keluarga atau 2.490 jiwa. Distribusi bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter dilakukan kepada masyarakat di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar.

- Advertisement -

Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Banyumas yang terjadi sejak awal Juli 2026 kini berdampak pada 5.512 kepala keluarga atau 17.692 jiwa. Distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan yang terjadi sejak Minggu (1/6) berdampak pada 6.109 kepala keluarga. Hingga saat ini, bantuan air bersih telah menjangkau 1.095 kepala keluarga melalui BPBD, 420 kepala keluarga melalui PMI, 487 kepala keluarga melalui Baznas, serta 40 kepala keluarga melalui Sabawana.

Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, kekeringan yang terjadi sejak Juli 2026 berdampak pada 259 kepala keluarga atau 458 jiwa. BPBD Kabupaten Pekalongan kembali mendistribusikan 8.000 liter air bersih, sehingga total bantuan yang telah disalurkan mencapai 100.000 liter atau 25 tangki.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino, Abdul mengatakan bahwa bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi.

Langkah itu dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak guna menjaga ketersediaan air bersih dan mendukung kebutuhan pertanian.

Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Upaya pencegahan karhutla perlu diperkuat dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat diakses untuk penanganan dini.Di samping itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dalam menghadapi ancaman kekeringan.

“Mengantisipasi potensi ancaman bahaya, masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU