JAKARTA, HOLOPIS.COM – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa penguatan peran pesantren sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional harus terus didorong. Hal ini yang menjadi salah satu fokus dari Kementerian Agama dalam rangka mewujudkan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang menekankan pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Romo Syafi’i mengingatkan bahwa pesantren memiliki kekuatan khas yang tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan kemandirian umat.
“Pesantren membangun ekosistem pendidikan yang utuh dengan sanad keilmuan yang jelas, tidak hanya transfer ilmu tetapi juga pembinaan karakter melalui kehidupan berasrama dan penguatan kemandirian, termasuk dalam aspek ekonomi umat,” kata Wamenag Romo Syafi’i saat menerima perwakilan Institut Agama Islam Tihamah di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, model pendidikan berbasis pesantren memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan nilai dan kepribadian.
Wamenag juga menyinggung pentingnya memastikan kebijakan pendidikan dapat menjangkau seluruh kelompok, termasuk santri dan non-santri, dalam berbagai program pemerintah.
“Dalam implementasi program, kita melihat ada dinamika antara kebutuhan santri dan non-santri. Ini menjadi perhatian kami agar kebijakan yang dihadirkan nanti bisa dirasakan lebih luas dan proporsional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa besarnya harapan dari kalangan pendidikan Islam menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijawab dengan langkah-langkah yang terukur dan berkelanjutan.
“Harapan kepada Kementerian Agama sangat besar, khususnya dari teman-teman pendidikan Islam. Ini adalah amanah yang harus kita jaga dengan menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berdampak,” tegasnya.
Dengan penguatan tersebut, Kementerian Agama berharap pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan, termasuk IAI Tihamah, dapat terus berkembang sebagai bagian penting dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

