HOLOPIS.COM, JAKARTA – Situasi mencekam melanda Distrik Sinak, Puncak Jaya, setelah aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Operasi kemanusiaan pun bergerak cepat untuk menyelamatkan korban.
Aparat gabungan dari TNI bersama tenaga medis RSUD Mulia dan Palang Merah Indonesia langsung melakukan evakuasi medis terhadap para korban.
Dari keterangan Penerangan Kodim 1714/Puncak Jaya, aksi brutal KKB memicu gelombang pengungsian. Warga termasuk perempuan dan anak-anak, terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman, personel TNI turun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi warga. Para korban, termasuk mama-mama dan anak-anak, dibawa menuju wilayah yang lebih aman di Kabupaten Puncak Jaya.
Salah satu korban, NK, berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
“Salah satu korban, Sdr. N.K, berhasil diamankan dan dibawa menuju RSUD Mulia, Jalan Trans Papua, Distrik Mulia, untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif pada hari Rabu (15/04/2026),” demikian keterangan Kodim 1714/Puncak Jaya yang dikutip pada Kamis, (16/4/2026).
Proses evakuasi dilakukan dengan pengawalan ketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Kronologi Kejadian proses evakuasi berjalan dengan pengawalan ketat dari personel TNI dan RSUD/Mulia. Korban diantar langsung oleh tim PMI dan keluarga menggunakan kendaraan ambulans,” lanjut keterangan Kodim 1714/Puncak Jaya.
Pun, setibanya di rumah sakit, korban langsung ditangani tim medis RSUD Mulia. Kondisi korban saat ini masih dalam perawatan intensif. N.K dilaporkan dalam kondisi sadar meski mengalami luka serius.
“Korban bernama NK mengalami luka sobek pada bagian kaki kanan dan saat ini dalam kondisi sadar,” tambah keterangan Kodim 1714/Puncak Jaya.
Tak hanya satu korban, tim gabungan kembali mengevakuasi korban lainnya beberapa jam kemudian.
“Kabar terbaru menyebutkan, pada pukul 13.55 WIT, tim gabungan berhasil mengevakuasi 4 korban lainnya dalam keadaan aman dan selamat sampai di RSUD Mulia dengan didampingi oleh anggota TNI dan Polri.”
Empat korban tersebut terdiri dari satu orang dewasa dan tiga anak-anak yang mengalami luka di berbagai bagian tubuh.
Korban yang ditangani di RSUD Mulia terdiri dari Ibu AT yang mengalami luka di leher dan jari, serta tiga anak-anak yaitu DW (3 tahun) luka urat dan kaki kanan, AW (5 ) luka dada kanan, dan OW (6) luka pada siku kanan.”
Selain luka fisik, trauma psikologis menjadi tantangan besar yang kini dihadapi para korban, terutama anak-anak. Seluruh korban saat ini berada dalam pendampingan keluarga di rumah sakit.
Menurut Kodim 1714/Puncak Jaya, seluruh korban yang sudah berada di rumah sakit dalam pendampingan penuh keluarga.
“Berdasarkan informasi yang diterima, korban masih mengalami trauma sehingga pihak keluarga melarang pihak yang tidak Berkepentingan untuk mendekat.”


