JAKARTA, HOLOPIS.COM – Warganet viral mengaku diteror usai kritik pemerintah di media sosial, akun diancam dibekukan hingga diproses pidana.
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya dugaan teror yang dialami sejumlah warganet setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Pesan-pesan ancaman tersebut viral dan memicu perdebatan luas di berbagai platform seperti X (Twitter) dan Threads.
Kabar ini mencuat setelah akun Threads @kata_hati165 pada 22 Mei 2026 mengunggah tangkapan layar yang diklaim berisi pesan teror yang diterima sejumlah pengguna media sosial.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa ancaman datang melalui DM maupun WhatsApp.
“Lagi musim teror minta hapus postingan di medsos, adakah kawan Threads yang kena teror?” tulis akun tersebut yang kemudian ramai diperbincangkan.
Dalam salah satu pesan yang beredar, pengirim meminta agar unggahan bernada kritik terhadap pemerintah segera dihapus sebelum batas waktu tertentu.
“Takedown semua postingan berbau negatif atau bernada kebencian terhadap pemerintah sebelum Senin. Atau akun akan diurus tim Komdigi…” demikian isi pesan yang viral di media sosial.
Pesan lain bahkan menyebut unggahan tertentu dapat diproses secara hukum jika tidak segera dihapus.
“Mohon untuk segera dihapus atau kami teruskan ke pidana,” tulis pesan lainnya.
Kemunculan pesan-pesan tersebut langsung memicu kekhawatiran warganet mengenai keamanan berekspresi di ruang digital.
Beragam reaksi muncul dari pengguna media sosial yang ikut menyoroti kabar tersebut.
Banyak yang mengaku resah dengan dugaan adanya tekanan terhadap kritik di ruang digital.
“Kalau ini benar terjadi, ini udah nggak sehat buat kebebasan berpendapat,” tulis akun @iraagg96.
“Lebih-lebih negara komunis aja rakyatnya dikasih pekerjaan dan makan, ini cari kerja sendiri lalu dibungkam. Negara amburadul,” ujar akun @waodelin.
“Ini kalau bener kejadian sih ngeri juga, jadi mikir-mikir mau kritik,” komentar akun @cenikia.
Di sisi lain, sebagian warganet juga meminta agar informasi tersebut tidak langsung dipercaya tanpa verifikasi.
“Jangan langsung percaya semua yang viral, cek dulu kebenarannya,” tulis akun lainnya di X.
Dalam pesan yang beredar, nama instansi pemerintah bidang komunikasi digital juga ikut disebut akan menindak akun-akun yang dianggap menyebarkan konten negatif.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran isi pesan tersebut.
Isu ini pun semakin ramai diperbincangkan karena menyangkut dugaan ancaman terhadap akun media sosial yang menyuarakan kritik.
Hingga saat ini, isu dugaan teror terhadap warganet masih ramai diperbincangkan di media sosial.
Warganet terus mempertanyakan keaslian pesan-pesan tersebut serta pihak di balik penyebarannya.
Fenomena ini juga kembali memunculkan diskusi tentang batas antara kritik, kebebasan berpendapat, dan potensi penyalahgunaan ancaman di ruang digital.


