HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto didesak untuk memberikan teguran keras kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya secepatnya.
Hal itu dikarenakan kinerja Seskab Teddy yang sudah melampaui tugasnya sebagai eselon II di Kementerian Sekretaris Negara.
Pengamat politik Fernando eMas menjelaskan, dari kinerjanya selama hampir dua tahun menjabat, Presiden Prabowo Subianto terkesan memang belum memberikan deskripsi tugas yang jelas dalam menunjuk seorang juru bicara pemerintah.
Meskipun diketahui Presiden Prabowo Subianto sebenarnya telah membentuk Badan Komunikasi Pemerintah yang dipimpin oleh Angga Raka Prabowo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang biasanya menjadi corong pemerintahan.
“Iya, disinilah yang kita lihat bahwa Presiden itu kurang jelas, kurang tegas dalam memberikan deskripsi dari kinerja Kabinet yang ada di bawah pemerintahannya. Setkab yang seharusnya ini kan di bawah dari Sekretaris Negara, setingkat Eslon II, tetapi kalau dilihat terlalu banyak muncul sebagai juru bicara, karena memang tidak ada ketegasan dari Presiden,” kata Fernando saat berbincang dengan Holopis.com dan dikutip pada Kamis (16/4).
Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) itu juga menganggap perlunya Presiden Prabowo memberikan tugas secara resmi kepada Badan Komunikasi serta Mensetneg dalam menyampaikan informasi resmi pemerintah.
“Jadi ketika ini sudah dianggap menyalahi dan tidak sesu dengan deskripsinya, tentu kan Presiden bisa meminta Teddy selaku Setkab untuk tidak lagi selalu muncul sebagai juru bicara ataupun menyampaikan informasi-informasi terkait dengan pemerintah Pak Prabowo,” ujarnya.
“Makanya saya berharap sekali Pak Prabowo memberikan masing-masing tugas dari kelembagaan yang dibentuk,” imbuhnya.
Dengan posisinya yang bukan berada di Kabinet Merah Putih, Fernando juga mengingatkan Teddy Indra Wijaya harusnya sadar diri dengan jabatannya.
“Beliau sebagai eselon 2 di Kementerian Sekretaris negara, harusnya tahu posisinya kan gitu. Jadi jangan sampai tugas-tugas eselon 1 atau pun bahkan sampai tugas menteri malah dikerjakan oleh seorang Teddy,” tegasnya.
Fernando menegaskan, meski Teddy sebagai orang yang terbilang dekat dalam lingkup Presiden Prabowo Subianto seharusnya tetap sadar akan batasan kewenangannya.
Terlebih, ketika apa yang dilakukan oleh seorang Teddy Indra Wijaya terkesan sudah melampaui institusi yang seharusnya menjadi corong pemerintahan secara sah.
Fernando kemudian menyayangkan ketika insitusi seperti Menteri Sekretaris Negara sampai dengan Badan Komunikasi Pemerintah yang terkesan kalah pamor dengan Teddy Indra Wijaya.
“Jadi beliau harus tahu lah, walaupun beliau orang yang paling dipercaya oleh Presiden seharusnya tahu kebatasan-batasan itu. Ada batasan-batasan terkait dengan kewenangan-kewenangan itu dan jangan sampai ada yang overlapping sehingga mengganggu stabilitas, mengganggu kesulitan dari Kabinet Pak Prabowo,” tegasnya.
Oleh karena itu, Fernando menyarankan agar Teddy Indra Wijaya berpikir dan lebih bisa menempatkan diri sebagai eselon 2 Kementerian Sekertaris Negara dan bukan malah menjatuhkan citra Kabinet Merah Putih.
“Jadi ketika beliau satu tujuan dengan Pak Prabowo untuk menjaga kesulitan pemerintahannya, kabinetnya, makanya seharusnya beliau lebih hati-hati lagi dalam bersikap berbicara, mengambil momen-momen di mana beliau harus berbicara atau tetap diam, atau apa-apa saja yang bisa disampaikan,” imbaunya.

