HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi di wilayah barat Sumatra hingga Jawa masih dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S di barat daya Sumatra yang masih eksis.
Meskipun bibit siklon tersebut diprediksi semakin menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan.
Adapun wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan di antaranya Sumatra bagian tengah dan selatan hingga lampung, kemudian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa bagian tengah dan selatan.
“Meski semakin menjauh, tapi yang harus dipahami bahwa dampak fenomena ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal,” kata Miming dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (16/4).
“Sumatra bagian tengah, selatan hingga lampung, kemudian Jawa bagian barat dan tengah hingga DKI Jakarta ini curah hujan tinggi di sore hari sangat berpotensi terjadi,” imbuhnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Miming mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.
Warga yang berada di wilayah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi tinggi muka air, membersihkan saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Selain itu, masyarakat di sekitar lereng atau bantaran sungai perlu mewaspadai potensi longsor susulan.
Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini agar risiko bencana dapat diminimalkan. BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

