Menteri Intelijen Iran Tewas! AS-Israel Makin Brutal “Buru” Elite Teheran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase paling agresif setelah Esmaeil Khatib dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Israel. Kematian Menteri Intelijen Iran itu menandai babak baru dengan perang yang kini secara terbuka menargetkan pucuk elite kekuasaan Teheran.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa Khatib ‘dilenyapkan’ dalam semalam melalui operasi yang disebut sebagai bagian dari strategi untuk melumpuhkan jaringan keamanan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resmi militer di platform X.

Khatib bukan satu-satunya pejabat tinggi yang tewas. Dalam kurun dua hari terakhir, setidaknya tiga figur kunci Iran dilaporkan gugur, termasuk Ali Larijani dan Gholam Reza Soleimani.

Rangkaian kematian ini terjadi setelah operasi militer besar yang disebut “Epic Fury”, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Situasi ini memperlihatkan pola baru: serangan tidak lagi terbatas pada fasilitas militer. Tapi, melainkan langsung mengincar individu-individu kunci dalam struktur negara.

Sosok Kunci di Balik Operasi Intelijen Iran

Sebagai Menteri Intelijen, Khatib dikenal sebagai arsitek utama sistem keamanan internal Iran. Ia disebut memiliki peran besar dalam pengendalian protes domestik serta operasi intelijen terhadap musuh di luar negeri.

- Advertisement -

Seorang pejabat senior Israel mengaitkan Khatib dengan berbagai operasi yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat.

“Orang ini telah menumpahkan darah Amerika,” kata pejabat senior Israel itu dikutip dari New York Post pada Kamis, (19/3/2026).

Ia juga disebut berperan dalam penanganan keras terhadap demonstrasi internal, termasuk gelombang protes besar terkait isu hijab pada 2022–2023.

Khatib dan Larijani termasuk dalam daftar pejabat Iran yang diburu AS-Israel dengan imbalan besar. Pemerintah AS bahkan disebut menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi terkait keberadaan mereka.

Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap elite Iran tidak hanya datang dari operasi militer, tetapi juga melalui strategi intelijen dan diplomasi global.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa operasi militer tidak akan mereda.

“Pada hari ini, kejutan signifikan diperkirakan akan terjadi di semua arena yang akan meningkatkan perang yang kami lakukan terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon,” katanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU