ASEAN Sepakat Kurangi Dampak Konflik Timur Tengah, Ini Fokusnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyatakan komitmen untuk memperkuat langkah bersama dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh konflik di Timur Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri ASEAN yang dirilis pada Selasa (21/7/2026), bertepatan dengan berlangsungnya Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) di Manila, Filipina.

Dalam pernyataan itu, para menteri mengakui bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesejahteraan masyarakat di negara-negara ASEAN.

“Kami menyadari dampak langsung dan jangka panjang dari krisis Timur Tengah terhadap kesejahteraan rakyat kami,” demikian pernyataan bersama para menteri luar negeri ASEAN.

ASEAN juga menyebut berbagai inisiatif di tingkat regional maupun nasional terus didorong untuk meredam dampak dari gejolak global tersebut.

“Kami mencatat inisiatif yang sedang berlangsung—baik di tingkat regional maupun nasional—untuk mendorong langkah-langkah guna mengurangi dampak sosial-ekonomi dari guncangan eksternal, dan untuk mendukung akses ke layanan kesehatan dan layanan dasar bagi rakyat kami, khususnya mereka yang paling rentan,” lanjut pernyataan tersebut.

- Advertisement -

Selain membahas dampak ekonomi, para menteri luar negeri ASEAN menegaskan komitmen untuk memberikan bantuan darurat kepada warga negara ASEAN yang terdampak apabila terjadi situasi krisis.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap warga ASEAN yang berada di kawasan konflik maupun wilayah yang terdampak eskalasi keamanan.

Soroti Keamanan Selat Hormuz

Dalam pernyataannya, ASEAN juga menyerukan agar pelayaran internasional melalui Selat Hormuz dapat kembali berlangsung secara aman.

Para menteri menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan maritim, termasuk menjamin kebebasan navigasi sesuai dengan ketentuan hukum internasional.

ASEAN turut menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai tindakan yang dinilai dapat menghambat aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut.

“Menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan diskriminatif atau sepihak yang dapat menghambat atau merintangi kapal yang melewati Selat Hormuz, atau selat mana pun yang digunakan untuk navigasi internasional.”

Pernyataan bersama itu dirilis di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 21–25 Juli 2026.

Forum tersebut juga dihadiri sejumlah mitra dialog ASEAN, antara lain Rusia, China, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Korea Selatan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU