Rusdi Kirana: Indonesia Harus Kuasai AI, Jangan Hanya Jadi Pasar Teknologi Global

2 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMWakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), robotika, dan ekonomi digital telah membawa perubahan besar terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia kerja, industri, hingga pola pengambilan keputusan.

Menurut Rusdi, transformasi teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus mampu beradaptasi agar Indonesia tidak tertinggal, namun tetap menjaga nilai dan kepentingan nasional.

“Kita tidak boleh takut pada perubahan. Hal yang harus ditakutkan yaitu ketika perubahan membuat kita meninggalkan jati diri bangsa. Kita harus adaptif terhadap inovasi, tetapi tidak boleh kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” tegas Rusdi, Senin (20/7/2026).

Sebagai pelaku usaha yang mempekerjakan sekitar 27 ribu karyawan, Rusdi mengaku memahami langsung tantangan yang muncul akibat percepatan transformasi teknologi di dunia kerja. Menurutnya, penerapan AI memang menghadirkan tantangan besar, tetapi menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak dini.

Rusdi menegaskan, perkembangan teknologi tidak boleh hanya dilihat dari sisi efisiensi bisnis, tetapi juga harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Teknologi hanyalah alat. Tujuan kita tetap sama, yaitu sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. AI harus menjadi instrumen yang mempercepat pelayanan, memperluas akses pendidikan, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan bagi generasi muda,” ungkapnya.

- Advertisement -

Ia menilai pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan teknologi berjalan sesuai kepentingan bangsa, termasuk dalam menciptakan regulasi dan ekosistem yang mendukung inovasi nasional.

Menurut Rusdi, Indonesia tidak boleh berhenti sebagai konsumen teknologi yang dikembangkan negara lain. Bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi dan menjadi bagian dari pengembangan teknologi global.

“Kita ingin AI menjadi milik petani yang ingin meningkatkan hasil panennya, milik nelayan yang ingin membaca cuaca lebih akurat, milik pelaku UMKM yang ingin menembus pasar lebih luas, serta milik santri, mahasiswa, guru, dan generasi muda yang ingin menciptakan masa depan melalui inovasi,” tambahnya.

Rusdi berharap pemanfaatan AI dapat menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan produktivitas nasional, memperluas kesempatan ekonomi, serta memperkuat daya saing Indonesia di tengah perubahan global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU