30 Mahasiswa UNDIP Diduga Bully Arnendo Hingga Gagar Otak

Disabet pakai ikat pinggang, terus leher diikat pakai ikat pinggang, diperlakukan seperti anjing ya sambil ketawa-ketawa para pelakunya. Dilempari pakai kaleng, dipukul,

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Zainal Abidin Petir menyampaikan bahwa salah satu mahasiswa di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengalami tindakan brutal dan tidak manusiawi dari Mahasiswa senior sebanyak 30 orang.

Mahasiswa yang diadvokasi adalah Arnendo (20), yang merupakan Mahasiswa jurusan Antropologi Sosial di Fakultas Ilmu Budaya UNDIP Semarang, Jawa Tengah.

“Itu terjadi tanggal 15 November 2025, mulai jam 23.00 malam sampai jam 04.15 pagi. Itu berhenti setelah terdengar adzan subuh,” kata Zainal dalam video yang dikutip Holopis.com, Kamis (5/3/2026).

Kondisi Arnendo cukup memprihatinkan. Di mana ia mendapatkan sundutan rokok dari seniornya, kemudian badannya ditusuk dengan jarum dan dilakukan kekerasan fisik lainnya.

Akibat dari perlakuan ketiga-puluh seniornya itu, Zainal menyebut jika kliennya itu mengalami luka fisik ruam di badan, yang kemudian terdapat juga kondisi patah tulang hidung, hingga mengalami gagar otak.

“Patah tulang hidung dan gagar otak. Opname di Rumah Sakit Banyumanik II, dan dilanjutkan ke Rumah Sakit Bina Kasih Ambarawa Kabupaten Semarang, mulai tanggal 16 November – 21 November,” terangnya.

- Advertisement -
Kondisi Fisik Arendno Usai Diduga Dibully 30 Mahasiswa Undip Semarang Holopis
Kondisi fisik Mahasiswa Antropologo Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Arendno babak belur usai diduga dibully 30 teman kampusnya sendiri. [Foto : Repro]

Dalam kondisi bullying dan penganiayaan tersebut, Zainal juga menjelaskan bahwa leher Arnendo sempat diikat dengan ikat pinggang lalu diperlakukan seperti anjing peliharaan.

“Disabet pakai ikat pinggang, terus leher diikat pakai ikat pinggang, diperlakukan seperti anjing ya sambil ketawa-ketawa para pelakunya. Dilempari pakai kaleng, dipukul,” jelas Zainal.

Sejak insiden tersebut hingga sampai dengan hari ini, ia mengatakan bahwa Arnendo masih belum bisa datang ke kampus untuk melanjutkan pendidikannya karena masih mengalami trauma berat.

“Anaknya tidak kuliah karena masih trauma sekali, karena temen-temennya sampai sekarang belum ada yang ditangkap, dijadikan tersangka juga belum. Ini sudah laporan ke Polrestabes Semarang sejak 16 November 2025, sampai sekarang,” tuturnya.

Oleh sebab itu atas nama penegakan hukum, Zainal Abidin Petir pun memohon dengan sangat kepada Kapolrestabes Semarang untuk segera memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut.

“Mohon Kapolrestabes Semarang untuk segera menangkap para mahasiswa yang bertindak brutal yang sangat anarkis, untung Arnendo ini tidak meninggal dunia, masih alhamdulillah,” tegas Zainal.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU