HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar tewasnya mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel sempat menghebohkan publik. Namun, informasi tersebut dibantah langsung oleh seorang ajudan dekatnya yang memastikan Ahmadinejad dalam kondisi selamat.
Kepada Anadolu Agency, sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan bahwa eks Wali Kota Teheran itu tak menjadi korban dalam gelombang serangan AS-Israel yang menyasar sejumlah target militer dan tokoh penting Iran.
“Saya berhubungan dengannya. Semuanya baik-baik saja,” kata penasihat tersebut dikutip Holopis.com pada Senin, (2/3/2026).
Menurutnya, memang ada bangunan yang berkaitan dengan pengawal keamanan Ahmadinejad yang terdampak serangan sehari sebelumnya. Namun, kediaman pribadi Ahmadinejad tidak menjadi target langsung.
Dia mengatakan tiga pengawal Ahmadinejad yang berasal dari pasukan elite IRGC dilaporkan tewas.
“Sebuah bangunan yang terkait dengan pengawal keamanannya terkena serangan kemarin. Tiga pengawalnya—anggota IRGC—telah tewas. Kediamannya sendiri tetap tidak terpengaruh dan tidak menjadi sasaran, berjarak 100 meter dari bangunan itu,” lanjut keterangan sumber tersebut.
Sebelumnya, sejumlah media lokal Iran sempat melaporkan bahwa Ahmadinejad tewas dalam serangan udara di distrik Narmak, Teheran. Laporan awal itu bahkan dimuat oleh Islamic Labour News Agency (ILNA), kantor berita semi-resmi Iran, yang mengutip “sumber terinformasi”.
Namun, beberapa waktu kemudian, ILNA merevisi pemberitaannya dengan judul baru berbentuk pertanyaan: “Apakah Mahmoud Ahmadinejad gugur sebagai martir?”
Dalam pembaruan tersebut, kantor berita itu mengutip sumber anonim lain yang membantah kabar kematian tanpa memberikan rincian tambahan.
Berita awal juga sempat dikutip ulang oleh sejumlah surat kabar Iran seperti Shargh dan Etemad sebelum klarifikasi lanjutan muncul.
Ahmadinejad, yang menjabat sebagai Presiden Iran periode 2005–2013, dikenal luas di panggung internasional karena sikap politiknya yang keras terhadap Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, perannya di panggung politik domestik tidak lagi sekuat masa jabatannya. Tapi, nama Ahmadinejad tetap memiliki pengaruh simbolis.
Gaya hidupnya yang sederhana membuat rakyat Iran terutama Teheran respek terhadap politikus 70 tahun itu. Dia dikenal sebagai figur pemimpin yang merakyat.


