Dari Revolusi ke Konflik Global: Ini Jejak Ali Khamenei yang 3 Dekade Kuasai Iran

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel. Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Pemerintah Iran sudah mengonfirmasi kematian tokoh yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur paling berpengaruh dalam struktur kekuasaan Republik Islam tersebut.

Khamenei naik ke tampuk kepemimpinan pada 1989, menggantikan pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Jika Khomeini dikenal sebagai ideolog revolusioner karismatik yang menggulingkan monarki Shah dan membentuk pemerintahan ulama Syiah, Khamenei adalah administrator ideologi. Khamenei membangun sistem agar revolusi bertahan sebagai institusi negara.

Mengutip dari AP News, Minggu, (1/3/2026), Khamenei awalnya dinilai memiliki kredibilitas keagamaan yang lebih lemah dibanding pendahulunya. Namun, Khamenei perlahan mengonsolidasikan kekuasaan.

Ia mampu perluas jaringan ulama Syiah dengan perkuat peran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai pilar utama pertahanan sekaligus kekuatan ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, IRGC menjelma menjadi kekuatan militer elite, pengendali program rudal balistik. IRGC juga dikenal sebagai pemain dominan dalam sektor energi, konstruksi, hingga perbankan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei._Holopis
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Istimewa)

Khamenei memposisikan Iran sebagai kekuatan regional yang berani menantang dominasi Barat dan Israel. Program nuklir Iran menjadi simbol kedaulatan nasional sekaligus sumber ketegangan berkepanjangan dengan Washington dan Tel Aviv.

- Advertisement -

Sanksi ekonomi internasional yang berat membayangi masa kepemimpinannya, memukul nilai mata uang dan memperdalam krisis ekonomi domestik.

Dalam berbagai pidato, Khamenei kerap menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan asing. Sikap keras itu membuat negaranya berada dalam orbit konflik yang terus memanas hingga akhirnya berujung pada serangan militer langsung.

Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei memerintah lebih lama daripada Khomeini. Ia mengubah Iran menjadi negara dengan struktur kekuasaan terpusat pada Pemimpin Tertinggi, yang memiliki otoritas atas militer, peradilan, dan kebijakan strategis negara.

Pendukungnya melihatnya sebagai penjaga revolusi dan simbol perlawanan terhadap dominasi Barat. Kritikus menilainya sebagai figur yang mempersempit ruang demokrasi dan membawa Iran ke dalam isolasi internasional.

Dari laporan Aljazeera, Ali Khamenei dan para pejabat keamanan tinggi telah tewas dalam serangan yang terus berlanjut dari AS dan Israel. Khamenei tewas bersama dengan putri, menantu, dan cucu sang ayatollah.

IRGC berjanji akan membalas dendam dan mengatakan telah melancarkan serangan terhadap 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah. Iran juga menyasar fasilitas militer Israel di Tel Aviv.

Kematian Khamenei di tengah serangan militer menandai akhir sebuah era panjang dalam sejarah politik Iran. Pertanyaan besar kini muncul: siapa yang akan mengisi kekosongan kekuasaan, dan ke mana arah Republik Islam setelah kepergian Khamenei?

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU